Drssuharto’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM MERANCANG BIAYA SATUAN PENDIDIKAN Maret 4, 2008

Filed under: Artikel Pendidikan — drssuharto @ 3:34 pm

Suatu lembaga akan dapat berfungsi dengan memadai kalau memiliki sistem manajemen yang didukung dengan man, money, dan material atau sumber daya manusia (SDM), dana/biaya, dan sarana-prasarana. Sekolah sebagai satuan pendidikan juga harus memiliki tenaga (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga administratif, laboran, pustakawan, dan teknisi sumber belajar), sarana (buku pelajaran, buku sumber, buku pelengkap, buku perpustakaan, alat peraga, alat praktik, bahan dan ATK, perabot), dan prasarana (tanah, bangunan, laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga), serta biaya yang mencakup biaya investasi (biaya untuk keperluan pengadaan tanah, pengadaan bangunan, alat pendidikan, termasuk buku-buku dan biaya operasional baik untuk personil maupun nonpersonil). Biaya untuk personil antara lain untuk kesejahteraan dan pengembangan profesi, sedangkan untuk biaya nonpersonil berupa pengadaan bahan dan ATK, pemeliharaan, dan kegiatan pembelajaran.

Suatu sekolah termasuk SMP untuk memiliki tenaga kependidikan yang berkualitas dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan memerlukan biaya rekrutmen, penempatan, penggajian, pendidikan dan latihan, serta mutasi. Dalam usaha pengadaan sarana dan prasarana untuk menunjang proses pembelajaran tentu saja diperlukan dana yang tidak sedikit, bahkan setelah diadakan maka diperlukan dana untuk perawatan, pemeliharaan, dan pendayagunaannya. Meskipun ada tenaga, ada sarana dan prasarana, untuk memanfaatkan dan mendayagunakan secara optimal perlu biaya operasional baik untuk bahan dan ATK habis pakai, biaya pemeliharaan, maupun pengembangan personil agar menguasai kompetensi yang dipersyaratkan. Dari uraian di atas jelas bahwa untuk penyelenggaraan pendidikan di sekolah termasuk di SMP perlu biaya, perlu dana, paling tidak memenuhi pembiayaan untuk memberikan standar pelayanan minimal.

A. Peran Tingkat Ketersediaan Dana Penyelenggaraan Pendidikan
Tingkat ketersediaan dana penyelenggaraan adalah jumlah dana yang tersedia dibandingkan dengan kebutuhan, apakah lebih rendah, sesuai, atau lebih tinggi. Kondisi itu ada pengaruhnya terhadap tingkat keberhasilan pendidikan di sekolah, misalnya di SMP.

1. Peran Ketersediaan Biaya untuk Ketenagaan
Sistem pembelajaran yang saat ini masih banyak digunakan adalah sistem tatap muka antara guru dengan siswa. Bila proses belajar seperti ini berarti guru masih menduduki peran yang strategis. Dengan demikian penyediaan dana untuk rekrutmen guru yang berkualitas, kesejahteraan guru, serta pengembangan profesi akan sangat menentukan tingkat keberhasilan proses pembelajaran. Tentu saja hal tersebut harus diikuti dengan komitmen pada masing-masing individu. Bila dana untuk pengadaan guru kurang, berarti kebutuhan guru tidak terpenuhi. Begitu pula bila guru ada tetapi kualifikasinya tidak terpenuhi atau bahkan terjadi missmatch, maka akan terjadi penurunan kualitas hasil pendidikan. Biaya pengadaan guru sampai kepada penggajian, adalah termasuk biaya investasi, karena tidak hanya berlaku satu tahun, tetapi terus-menerus, sedangkan untuk pengembangan tenaga, masuk dalam biaya operasional. Dengan demikian dana untuk menyangkut kebutuhan tenaga meliputi: (a) biaya rekrutmen dan pendidikan latihan, (b) gaji upah, termasuk honor kelebihan jam mengajar, (c) insentif untuk kesejahteraan, dan (d) penyediaan sumber bahan dan alat pembelajaran sesuai bidang studinya.

2. Peran Ketersediaan Dana untuk Pengadaan dan Pemanfaatan Sarana-Prasarana
Dana untuk pengadaan sarana dan prasarana terbagi dalam dua jenis biaya, yaitu biaya investasi dan biaya operasional. Yang termasuk biaya investasi adalah pengadaan bangunan (ruang kelas, ruang kantor/TU, ruang kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah, ruang guru, ruang lab, ruang perpustakaan, gudang, kamar kecil, lapangan olahraga, ruang praktik) dan pengadaan sarana (buku, alat peraga, alat praktik, dan perabot), sedangkan yang termasuk biaya operasional adalah biaya perawatan/pemeliharaan, bahan dan ATK, serta bahan habis pakai. Fungsi dari pengadaan sarana-prasarana adalah fungsi penunjang yaitu menunjang proses belajar-mengajar. Bila sarana dan prasarana didayagunakan dengan baik, maka akan menunjang keberhasilan proses pembelajaran dan selanjutnya akan berpengaruh terhadap mutu hasil pembelajaran. Tetapi sebaliknya bila sarana-prasarana tak dimanfaatkan dengan baik maka tidak banyak berpengaruh terhadap peningkatan mutu pendidikan. Dana yang diperlukan untuk bidang sarana-prasarana antara lain: (a) bangunan, perabot, alat peraga, alat praktik, dan buku, dan (b) pemeliharaan sarana-prasarana, termasuk penggantian alat yang rusak.

3. Peran Ketersediaan Dana untuk Biaya Operasional
Bila sudah tersedia tenaga, sarana, dan prasarana, maka yang menjadi masalah adalah bagaimana kinerja tenaga kependidikan, serta bagaimana sarana dan prasarana dapat dimanfaatkan secara optimal. Pemanfaatan secara optimal sumberdaya pendidikan akan sangat tergantung kinerja tenaga kependidikan dan ketersediaan dana operasional yang menunjang proses pembelajaran. Sebagai contoh laboratorium IPA akan berpengaruh atas mutu pembelajaran IPA bila guru dan siswa mau memanfaatkan kegiatan laboratorium atau praktikum IPA secara optimal dan didukung oleh ketersediaan bahan habis pakai. Perpustakaan akan bermanfaat sebagai sumber belajar bila di dalamnya tersedia berbagai buku sumber dan buku lain untuk memperluas wawasan dan guru mau memanfaatkan perpustakaan dengan melibatkan siswa. Dana untuk biaya operasional dibutuhkan untuk antara lain untuk menunjang: (a) proses belajar-mengajar, (b) proses penilaian, (c) pengadaan bahan praktik dan habis pakai, (d) bahan dan ATK, (e) pembinaan kesiswaan, dan (f) pelaksanaan supervisi.

Dengan demikian ketersediaan dana, minimal untuk menunjang keterlaksanaan standar pelayanan minimal sangat diperlukan, karena penyelenggaraan pendidikan tanpa tersedia dana secara memadai akan berpengaruh terhadap mutu hasil pendidikannya. Dalam kaitan dengan ketersediaan dana operasional yang sangat terbatas maka perlu dilakukan prioritas: (a) pengadaan sarana dititikberatkan pada pengadaan sarana yang langsung berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran, misalnya buku pelajaran yang ditunjang dengan alat peraga dan alat praktik; (b) embinaan ketenagaan sebaiknya dititikberatkan pada pembinaan profesi/kompetensi tenaga kependidikan; (c) biaya operasional dititikberatkan pada usaha menunjang proses pembelajaran, yang berpengaruh langsung pada peningkatan mutu pendidikan. Biaya yang diperlukan untuk proses pembelajaran belum tentu tersedia secara memadai, baik untuk biaya investasi maupun untuk biaya operasional. Namun yang diharapkan adalah biaya untuk pelayanan minimal dapat tersedia secara bertahap, bahkan suatu saat dapat mencapai tingkat ideal.

B. Jenis Pembiayaan yang Diperlukan di Sekolah
Seperti telah disampaikan di depan bahwa biaya satuan pendidikan (BSP) di sekolah, minimal dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu BSP untuk investasi dan biaya untuk operasional.

1. Biaya Investasi (BSP Investasi)
Biaya investasi adalah biaya penyelenggaraan pendidikan yang sifatnya lebih permanen dan jangka waktunya melebihi waktu satu tahun yang pada umumnya berupa sarana dan prasarana. Biaya investasi memerlukan dana yang relatif besar, antara lain berupa: (a) bangunan sekolah meliputi ruang belajar, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang laboratorium, ruang perpustakaan, lapangan olahraga, tanah dan yang sejenis, biaya pembangunannya termasuk biaya investasi karena umur bangunan lebih dari satu tahun, bisa mencapai 20 tahun, 25 tahun, bahkan 30 tahun; (b) alat peraga, alat praktik, sumber belajar, buku-buku, media belajar, yang pada umumnya dapat dipakai lebih dari satu tahun, misalnya alat parktik bisa mencapai 10 tahun, buku bisa mencapai 5 tahun; (c) pengadaan tenaga pendidik dan kependidikan. Daya tahan pemakaian sarana-prasarana ikut menentukan besarnya biaya pemeliharaan adan penggantian alat yang rusak. Bila alat IPA untuk satu SMP berharga 50 juta rupiah, sedangkan daya tahan 10 tahun, berarti biaya perawatan sebesar 10% dari nilai alat atau 10% dari Rp 50.000.000,- = Rp 5.000.000,- Berdasarkan konsep, data, dan informasi yang ada, maka biaya investasi tersebut untuk prasarana adalah untuk pengadaan tanah, pembangunan ruang belajar, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang TU, ruang wakil kepala sekolah, ruang perpustakaan, lab IPA, lab bahasa, lab komputer, ruang keterampilan, ruang serbaguna, ruang ibadah, ruang media, lapangan olahraga, kamar kecil/WC, ruang OSIS, ruang BK, dan ruang ekstrakurikuler. Tentu saja kebutuhan jenis prasarana dan ukurannya memperhatikan tipe sekolah yang dikembangkan. Sedangkan untuk sarana, antara lain: buku-buku (untuk guru, siswa dan perpustakaan), alat peraga dan alat praktik, media belajar (OHP, in focus, CD, komputer), dan perabot kantor.

2. Biaya Operasional (BSP Operasional)
Biaya operasional adalah biaya yang diperlukan sekolah untuk menunjang proses pembelajaran, sehingga mampu menunjang proses dan hasil PBM sesuai yang diharapkan. Biaya operasional terdiri dari biaya personil dan biaya nonpersonil. Biaya ini sebagaian dibebankan kepada orangtua, yaitu biaya operasional yang sifatnya untuk keperluan pribadi siswa, dan sebagian lagi dibebankan kepada sekolah yang kemudian dirumuskan dalam RAPBS. Biaya pendidikan operasional sekolah yang menjadi tanggungan orangtua adalah yang bersifat untuk keperluan pribadi siswa. Mungkin yang rasional ditanggung oleh orangtua dari jenis yang tersebut di atas adalah: (a) alat perelengkapan sekolah: sepatu, seragam sekolah, seragam olahraga, alat tulis dan buku catatan, (b) transpor anak dari rumah ke sekolah, (c) uang saku/uang jajan, dan (d) ekstrakurikuler terbatas.

Uang pendaftaran dan uang pangkal bila dimungkinkan sekolah tidak perlu memungut kepada orangtua siswa. Sedangkan biaya ulangan/penilaian, untuk praktik, buku-buku, kegiatan ekstrakurikuler, dan alat peraga sebaiknya ditanggung bukan oleh orangtua. Sedangkan biaya operasional yang disediakan oleh sekolah/pemerintah, antara lain: penyelenggaraan PBM dan penilaian (teori maupun praktik), pemeliharaan, dan penggantian perabot kantor, pembinaan kesiswaan, peningkatan kompetensi guru, biaya rumah tangga sekolah, pengadaan alat peraga dan alat praktik sederhana, pengadaan buku penunjang, serta supervisi pendidikan.


C. Jenis Biaya Satuan Pendidikan yang Perlu Dipertimbangkan dalam Merancang Biaya Pendidikan di SMP

1. BSP Bidang Investasi

No

Komponen

Jenis

1

A. Sarana dan Prasarana

1. Tanah

2. Bangunan

a. Ruang Belajar

b. Ruang TU

c. Ruang KS

d. Ruang WKS

e. Ruang Guru

f. Ruang Perpustakaan

g. Ruang Lab. IPA

h. Ruang Lab Bahasa

i. Ruang Keterampilan

j. Lab Olahraga

k. Ruang Serbaguna

l. Ruang Ibadah

m. Kamar Kecil/WC

n. Ruang Ekskul

o. Ruang BK

3. Buku

a. Buku Teks Utama

b. Buku Perpustakaan

c. Buku Sumber

d. Buku Pelengkap

4. Alat

a. Alat Peraga

b. Alat Praktik

c. OHP

d. Komputer

e. Perabot

B. Tenaga

Pengadaan Tenaga Tetap

2. Biaya yang dibebankan pada orangtua: pakaian seragam, pakaian olahraga, sepatu, tas sekolah, uang jajan, transpor, biaya untuk les atau kursus, dan kegiatan ekstrakurikuler tertentu.

3. Biaya Operasional atau BSP Bidang Operasional

No

Komponen

Jenis

1

A. Personil

1. Kesejahteraan

2. Peningkatan Profesi/Diklat

2

B. Nonpersonil

1. PBM

2. Penilaian

3. Pemeliharaan, Pengadaan bahan habis pakai

4. Daya dan Jasa

5. Kesiswaan

6. RT Sekolah

7. Supervisi

Tentu saja biaya operasional ini harus dirinci. (Ditulis Oleh : Drs. Ramidjo)

Last update : Wednesday, 06 February 2008

 

One Response to “POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM MERANCANG BIAYA SATUAN PENDIDIKAN”

  1. marthien Berkata

    sangat bagus tapi yang aku mau nanya.saya masih kuliah dan kebetulan dah semester akhir.kira kira judul ang tepat dengan hal ang sama dengan diatas apaan?aku membuat sebuah coretan yang mengangkat judul “Pengaruh Media pengajaran dengan menggunakan Powerpoint terhadap hasil belajar siswa.saa berharap masukan dari bapak ibu.kata terakhir saya ucapkan banayak terima kasih buat semuanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.