<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Drssuharto's Weblog</title>
	<atom:link href="http://drssuharto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://drssuharto.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Mar 2008 12:09:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='drssuharto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d6e866836507502c1201acd451c22b3d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Drssuharto's Weblog</title>
		<link>http://drssuharto.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>HARGA SEBUAH PRESTASI DI INDONESIA</title>
		<link>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/harga-sebuah-prestasi-di-indonesia/</link>
		<comments>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/harga-sebuah-prestasi-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 16:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drssuharto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drssuharto.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai faktor utama dalam melihat daya saing yang sangat penting adalah kualitas SDM (Sumber Daya Manusia). Pendidikan merupakan inti utama dari berbagai faktor daya saing tersebut. Belajar dan terus belajar merupakan suatu motivasi tersendiri bagi seseorang untuk dapat meraih suatu kesuksesan. Pendidikan di Indonesia sudah menginjak lebih dari satu abad terhitung sejak kemerdekaan RI (Republik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=27&subd=drssuharto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Sebagai faktor utama dalam melihat daya saing yang sangat penting adalah kualitas <b>SDM (Sumber Daya Manusia)</b>. Pendidikan merupakan inti utama dari berbagai faktor daya saing tersebut. Belajar dan terus belajar merupakan suatu motivasi tersendiri bagi seseorang untuk dapat meraih suatu kesuksesan. Pendidikan di Indonesia sudah menginjak lebih dari satu abad terhitung sejak kemerdekaan RI (Republik Indonesia) dikumandangkan. Tetapi apakah selama itu perkembangan pendidikan di Indonesia mengalami suatu kemajuan atau bahkan kemunduran? Anda tentu dapat menjawab sendiri !!!</span></p>
<p>Dilihat secara rasional pendidikan di Indonesia terlalu banyak mengalami perubahan dan penambahan baik terhadap kurikulum maupun tata pola sistem pendidikan itu sendiri. Sebagai gambaran sederhana saja, kita lihat perbandingannya dengan sistem pendidikan di negara-negara tetangga kita, sebut saja sebagai contoh, Jepang. Seperti kita ketahui, dahulu Jepang terkena ledakan Bom Nagasaki dan Hiroshima dimana Jepang diporak-porandakan seluruh sistem pemerintahan dan segala aspek pendukung lainnnya. Jepang memang negara yang penuh dengan semangat untuk meraih suatu kemajuan, setelah Jepang terkena serangan bom tersebut, Jepang mempunyai suatu strategi yang sangat jitu&#8230;yaitu mengirimkan beberapa pelajarnya untuk belajar pada negara-negara yang sudah mempunyai sistem kualitas pendidikan yang maju. Setelah para pelajar tersebut selesai menuntut ilmu di negara lain Jepang dengan sigap dan cekatan menarik semua pelajar-pelajar tersebut kembali ke Jepang, dengan memberikan fasilitas dan mencukupi semua kebutuhan yang diperlukan. Jepang menghargai jerih payah masyarakatnya yang mempunyai tingkat intelegensi tinggi baik dalam dunia kerja, pendidikan dan beberapa sektor lainnya.</p>
<p>Apa yang dapat kita petik dari negara Jepang tersebut ? Jepang menghargai masyarakatnya yang mempunyai <i>skill</i> terbilang <b>&#8220;mumpuni&#8221;</b> (jawa : kelebihan) dibanding masyarakat biasanya. Sekarang mari kita lihat di negara kita tercinta ini. Apakah negara kita menghargai masyarakatnya yang mempunyai suatu tingkat keahlian dan kecerdasan yang lebih tinggi dibanding masyarakat biasa ??? &#8230;menurut pendapat saya, negara ini belum begitu menghargai hal tersebut. Dapat kita ambil contoh dalam beberapa pekan ini negara kita sempat digemparkan dengan diberitakannya bahwa pemenang kompetisi <b><i>Coding</i></b> dunia berasal dari Indonesia. <b>Junius Albertho</b>, seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara jurusan ilmu komputer. Tetapi apa yang diterima seorang <b>Top Coder</b> Junius tersebut dari negeri tercinta ini??? Indonesia belum bisa menghargai jerih payah tersebut. Mungkin saja seandainya mampu dan mau memperhatikan tunas bangsa yang mempunyai kekokohan berpikir seperti Junius, Indonesia akan dengan begitu cepat mencapai puncak kejayaan pendidikan.</p>
<p>Bahan diatas dapat dijadikan cermin negara tercinta Indonesia untuk dapat lebih memperhatikan nasib pejuang dan tunas bangsa yang mempunyai pemikiran cerdas, untuk membuat kemajuan pendidikan, teknologi dan segala bidang lainnya. Belajar merupakan suatu ibadah bagi umat manapun, tetapi tidak cukup dengan belajar semuanya akan berubah perlu dukungan lainnya. <b>(bdx)</b></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/drssuharto.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/drssuharto.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drssuharto.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drssuharto.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drssuharto.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drssuharto.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drssuharto.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drssuharto.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drssuharto.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drssuharto.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drssuharto.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drssuharto.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=27&subd=drssuharto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/harga-sebuah-prestasi-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62553866cdc27c2693a3d0a3c9a200eb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">drssuharto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF</title>
		<link>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/pengembangan-model-pembelajaran-yang-efektif/</link>
		<comments>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/pengembangan-model-pembelajaran-yang-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 16:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drssuharto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Metode Pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drssuharto.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[BAB 1
 
PENDEKATAN KONTEKSTUAL
 
A. Latar belakang


            Ada kecendrungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan memgetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan materi terbukti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=26&subd=drssuharto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span>BAB 1</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span>PENDEKATAN KONTEKSTUAL</span></b></p>
<p class="MsoNormal"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal"><b><span>A. Latar belakang<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Ada kecendrungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan memgetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi menggingat jangka pendek tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Pendekatan kontektual(Contextual Teaching and Learning /CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlansung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Dalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru.Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span>B. Pemikiran tentang belajar</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span><span>            </span>Pendekatan </span></b><span>kontekstual mendasarkan diri pada kecendrungan pemikiran tentang belajar sebagai berikut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Proses belajar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Anak belajar dari mengalami. Anak mencatat sendiri pola-pola bermakna dari pengetahuan baru, dan bukan diberi begitu saja oleh guru</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Para ahli sepakat bahwa pengetahuan yang dimiliki sesorang itu terorganisasi dan mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang sesuatu persoalan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proposisi yang terpisak, tetapi mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Manusia mempunyai tingkatan yang berbeda dalam menyikapi situasi baru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi didrinya, dan bergelut dengan ide-ide</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Proses belajar dapat mengubah struktur otak. Perubahan struktur otak itu berjalan terus seiring dengan perkembangan organisasi pengetahuan dan keterampilan sesorang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Transfer Belajar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Siswa belajar dari mengalami sendiri, bukan dari pemberian orang lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Keterampilan dan pengetahuan itu diperluas dari konteks yang terbatas (sedikit demi sedikit)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Penting bagi siswa tahu untuk apa dia belajar dan bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan keterampilan itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Siswa sebagai Pembelajar </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Manusia mempunyai kecenderungan untuk belajar dalam bidang tertentu, dan seorang anak mempunyai kecenderungan untuk belajar dengan cepat hal-hal baru </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Strategi belajar itu penting. Anak dengan mudah mempelajari sesuatu yang baru. Akan tetapi, untuk hal-hal yang sulit, strategi belajar amat penting</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Peran orang dewasa (guru) membantu menghubungkan antara yang baru dan yang sudah diketahui.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Tugas guru memfasilitasi agar informasi baru bermakna, memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan menerapkan ide mereka sendiri, dan menyadarkan siswa untuk menerapkan strategi mereka sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Pentingnya<span>  </span>lingkungan Belajar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Belajar efektif itu dimulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Dari guru akting di depan kelas, siswa menonton ke siswa akting bekerja dan berkarya, guru mengarahkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Pengajaran harus berpusat pada bagaimana cara siswa menggunakan pengetahuan baru mereka.Strategi belajar lebih dipentingkan dibandingkan hasilnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Umpan balik amat penting bagi siswa, yang berasal dari proses penilaian yang benar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Menumbuhkan komunitas belajar dalam bentuk kerja kelompok itu penting.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>C. Hakekat Pembelajaran Kontekstual</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Pembelajarn kontekstual (Contextual Teaching and learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan ( Inquiri), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span>D.Pengertaian CTL </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>1. Merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>2. <span> </span>Merupakan konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata<span>  </span>dan mendorong pebelajar membuat hubungan antara materi yang diajarkannya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>E. Perbedaan Pendekatan Kontekstual Dengan Pendekatan Tradisional</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:1pt solid windowtext;width:371.25pt;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="495">
<tr style="height:24pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:41.85pt;height:24pt;padding:0;" valign="top" width="56">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span>NO.</span></b><span></span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:156.1pt;height:24pt;padding:0;" valign="top" width="208">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span>CTL</span></b><span></span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:173.3pt;height:24pt;padding:0;" valign="top" width="231">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span>TRADISONAL</span></b><span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:45.4pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:41.85pt;height:45.4pt;padding:0;" valign="top" width="56">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>1.</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:156.1pt;height:45.4pt;padding:0;" valign="top" width="208">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Menyandarkan pada   memori spasial (pemahaman makna)</span><span></span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:173.3pt;height:45.4pt;padding:0;" valign="top" width="231">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Menyandarkan pada   hapalan</span><span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:45.4pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:41.85pt;height:45.4pt;padding:0;" valign="top" width="56">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>2.</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:156.1pt;height:45.4pt;padding:0;" valign="top" width="208">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pemilihan   informasi berdasarkan kebutuh-an siswa</span><span></span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:173.3pt;height:45.4pt;padding:0;" valign="top" width="231">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pemilihan   informasi di-tentukan oleh guru</span><span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:63pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:41.85pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="56">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>3.</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:156.1pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="208">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Siswa terlibat   secara aktif dalam proses pembelajaran</span><span></span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:173.3pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="231">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Siswa secara   pasif menerima informasi</span><span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:63pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:41.85pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="56">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>4.</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:156.1pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="208">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pembelajaran   dikaitkan dengan kehidupan nyata/-masalah yang disi-mulasikan</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:173.3pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="231">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pembelajaran   sangat abstrak dan teoritis</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:63pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:41.85pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="56">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>5.</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:156.1pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="208">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Selalu   mengkaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:173.3pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="231">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Memberikan   tumpukan informasi kepada siswa sampai saatnya diperlukan</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:63pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:41.85pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="56">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>6.</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:156.1pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="208">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Cenderung   mengintegrasikan beberapa bidang</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:173.3pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="231">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Cenderung   terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu</span></p>
</td>
</tr>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:367.5pt;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="490">
<tr style="height:106.8pt;">
<td style="width:47.75pt;height:106.8pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="64">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>7.</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid black;width:152.4pt;height:106.8pt;padding:0;" valign="top" width="203">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Siswa menggunakan   waktu belajarnya untuk menemukan, menggali, berdiskusi, berpikir kritis, atau   mengerjakan proyek dan pemecahan masalah (melalui kerja kelompok)</span><span></span></p>
</td>
<td style="width:167.35pt;height:106.8pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1.5pt 1pt 1pt;padding:0;" valign="top" width="223">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Waktu belajar   siswa se-bagian besar dipergu-nakan untuk mengerja-kan buku tugas, men-dengar   ceramah, dan mengisi latihan yang membosankan (melalui kerja individual)</span><span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:44.25pt;">
<td style="width:47.75pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="64">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>8.</span></p>
</td>
<td style="width:152.4pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="203">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Perilaku dibangun   atas kesadaran diri</span><span></span></p>
</td>
<td style="width:167.35pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1.5pt 1.5pt 1pt;padding:0;" valign="top" width="223">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Perilaku dibangun   atas kebiasaan</span><span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:44.25pt;">
<td style="width:47.75pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="64">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>9.</span></p>
</td>
<td style="width:152.4pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="203">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Keterampilan   dikem-bangkan atas dasar pemahaman</span></p>
</td>
<td style="width:167.35pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1.5pt 1.5pt 1pt;padding:0;" valign="top" width="223">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Keterampilan   dikem-bangkan atas dasar latihan</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:44.25pt;">
<td style="width:47.75pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="64">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>10.</span></p>
</td>
<td style="width:152.4pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="203">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Hadiah dari   perilaku baik adalah kepuasan diri</span></p>
</td>
<td style="width:167.35pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1.5pt 1.5pt 1pt;padding:0;" valign="top" width="223">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Hadiah dari   perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:44.25pt;">
<td style="width:47.75pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="64">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>11.</span></p>
</td>
<td style="width:152.4pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="203">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Siswa tidak   melakukan hal yang buruk karena sadar hal tsb keliru dan merugikan</span></p>
</td>
<td style="width:167.35pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1.5pt 1.5pt 1pt;padding:0;" valign="top" width="223">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Siswa tidak   melakukan sesuatu yang buruk karena takut akan hukuman</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:44.25pt;">
<td style="width:47.75pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="64">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>12.</span></p>
</td>
<td style="width:152.4pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="203">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Perilaku baik   berdasar-kan motivasi intrinsik</span></p>
</td>
<td style="width:167.35pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1.5pt 1.5pt 1pt;padding:0;" valign="top" width="223">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Perilaku baik   berdasar-kan motivasi ekstrinsik</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:44.25pt;">
<td style="width:47.75pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="64">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>13.</span></p>
</td>
<td style="width:152.4pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="203">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pembelajaran   terjadi di berbagai tempat, konteks dan setting</span></p>
</td>
<td style="width:167.35pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1.5pt 1.5pt 1pt;padding:0;" valign="top" width="223">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pembelajaran   hanya terjadi dalam kelas</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:44.25pt;">
<td style="width:47.75pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="64">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>14.</span></p>
</td>
<td style="width:152.4pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="203">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Hasil belajar   diukur<span>  </span>melalui penerapan penilaian   autentik.</span></p>
</td>
<td style="width:167.35pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1.5pt 1.5pt 1pt;padding:0;" valign="top" width="223">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Hasil belajar   diukur melalui kegiatan akademik dalam bentuk tes/ujian/ulangan. </span></p>
</td>
</tr>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span>BAB 2</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span>PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DI KELAS</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkahnya sebagai berikut ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Ciptakan masyarakat belajar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>6.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Lakukan refleksi di akhir pertemuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>7.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span><span> </span>Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><b><span><span>A.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">    </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span>Tujuh Komponen CTL</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><b><span>KONSTRUKTIVISME</span></b></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>l<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>l<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>      </span><b>2.<span>  </span>INQUIRY</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>l<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>l<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><b><span>3.<span>  </span>QUESTIONING (BERTANYA)</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>l<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>l<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><b><span>4. LEARNING COMMUNITY (MASYARAKAT BELAJAR)</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.85pt;text-align:justify;text-indent:-2.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.85pt;text-align:justify;text-indent:-2.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.85pt;text-align:justify;text-indent:-2.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Tukar pengalaman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.85pt;text-align:justify;text-indent:-2.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Berbagi ide</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>MODELING (PEMODELAN)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.85pt;text-align:justify;text-indent:-2.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir, bekerja dan belajar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.85pt;text-align:justify;text-indent:-2.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span>6. REFLECTION ( REFLEKSI)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Mencatat apa yang telah dipelajari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Membuat jurnal, karya seni, diskusi kelompok</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span>7. AUTHENTIC ASSESSMENT (PENILAIAN YANG SEBENARNYA)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.75in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span>Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.75in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Penilaian produk (kinerja)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.75in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>B.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Karakteristik Pembelajaran<span>  </span>CTL</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Kerjasama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Saling menunjang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Menyenangkan, tidak membosankan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Belajar dengan bergairah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Pembelajaran terintegrasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Menggunakan berbagai sumber</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Siswa aktif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Sharing dengan teman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Siswa kritis guru kreatif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa, peta-peta, gambar, artikel, humor dan lain-lain </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa, laporan hasil pratikum, karangan siswa dan lain-lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span>BAB 3</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span>MENYUSUN RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span><span>            </span></span></b><span>Dalam pembelajaran kontekstual, program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru, yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran, media untuk mencapai tujuan tersebut, materi pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan authentic assessmennya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Dalam konteks itu, program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Sekali lagi, yang membedakannya hanya pada penekanannya. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (jelas dan operasional), sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual lebih menekankan pada skenario pembelajarannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Atas dasar itu, saran pokok dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis kontekstual adalah sebagai berikut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span>Nyatakan      kegiatan pertama pembelajarannya, yaitu sebuah pernyataan kegiatan siswa      yang merupakan gabungan antara Standara Kompetensi, Kompetensi dasar,      Materi Pokok dan Pencapaian Hasil Belajar</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Nyatakan tujuan      umum pembelajarannya</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Rincilah media      untuk mendukung kegiatan itu</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Buatlah      skenario tahap demi tahap kegiatan siswa</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Nyatakan      authentic assessmentnya, yaitu dengan data apa siswa dapat diamati      partisipasinya dalam pembelajaran.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span>BAB 1</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span>PENDEKATAN KONTEKSTUAL</span></b></p>
<p class="MsoNormal"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal"><b><span>A. Latar belakang<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Ada kecendrungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan memgetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi menggingat jangka pendek tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Pendekatan kontektual(Contextual Teaching and Learning /CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlansung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Dalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru.Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span>B. Pemikiran tentang belajar</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span><span>            </span>Pendekatan </span></b><span>kontekstual mendasarkan diri pada kecendrungan pemikiran tentang belajar sebagai berikut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Proses belajar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Anak belajar dari mengalami. Anak mencatat sendiri pola-pola bermakna dari pengetahuan baru, dan bukan diberi begitu saja oleh guru</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Para ahli sepakat bahwa pengetahuan yang dimiliki sesorang itu terorganisasi dan mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang sesuatu persoalan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proposisi yang terpisak, tetapi mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Manusia mempunyai tingkatan yang berbeda dalam menyikapi situasi baru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi didrinya, dan bergelut dengan ide-ide</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Proses belajar dapat mengubah struktur otak. Perubahan struktur otak itu berjalan terus seiring dengan perkembangan organisasi pengetahuan dan keterampilan sesorang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Transfer Belajar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Siswa belajar dari mengalami sendiri, bukan dari pemberian orang lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Keterampilan dan pengetahuan itu diperluas dari konteks yang terbatas (sedikit demi sedikit)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Penting bagi siswa tahu untuk apa dia belajar dan bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan keterampilan itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Siswa sebagai Pembelajar </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Manusia mempunyai kecenderungan untuk belajar dalam bidang tertentu, dan seorang anak mempunyai kecenderungan untuk belajar dengan cepat hal-hal baru </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Strategi belajar itu penting. Anak dengan mudah mempelajari sesuatu yang baru. Akan tetapi, untuk hal-hal yang sulit, strategi belajar amat penting</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Peran orang dewasa (guru) membantu menghubungkan antara yang baru dan yang sudah diketahui.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Tugas guru memfasilitasi agar informasi baru bermakna, memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan menerapkan ide mereka sendiri, dan menyadarkan siswa untuk menerapkan strategi mereka sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Pentingnya<span>  </span>lingkungan Belajar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Belajar efektif itu dimulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Dari guru akting di depan kelas, siswa menonton ke siswa akting bekerja dan berkarya, guru mengarahkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Pengajaran harus berpusat pada bagaimana cara siswa menggunakan pengetahuan baru mereka.Strategi belajar lebih dipentingkan dibandingkan hasilnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Umpan balik amat penting bagi siswa, yang berasal dari proses penilaian yang benar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                     </span></span></span><!--[endif]--><span>Menumbuhkan komunitas belajar dalam bentuk kerja kelompok itu penting.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>C. Hakekat Pembelajaran Kontekstual</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Pembelajarn kontekstual (Contextual Teaching and learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan ( Inquiri), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span>D.Pengertaian CTL </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>1. Merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>2. <span> </span>Merupakan konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata<span>  </span>dan mendorong pebelajar membuat hubungan antara materi yang diajarkannya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>E. Perbedaan Pendekatan Kontekstual Dengan Pendekatan Tradisional</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:1pt solid windowtext;width:371.25pt;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="495">
<tr style="height:24pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:41.85pt;height:24pt;padding:0;" valign="top" width="56">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span>NO.</span></b><span></span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:156.1pt;height:24pt;padding:0;" valign="top" width="208">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span>CTL</span></b><span></span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:173.3pt;height:24pt;padding:0;" valign="top" width="231">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span>TRADISONAL</span></b><span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:45.4pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:41.85pt;height:45.4pt;padding:0;" valign="top" width="56">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>1.</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:156.1pt;height:45.4pt;padding:0;" valign="top" width="208">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Menyandarkan pada   memori spasial (pemahaman makna)</span><span></span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:173.3pt;height:45.4pt;padding:0;" valign="top" width="231">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Menyandarkan pada   hapalan</span><span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:45.4pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:41.85pt;height:45.4pt;padding:0;" valign="top" width="56">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>2.</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:156.1pt;height:45.4pt;padding:0;" valign="top" width="208">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pemilihan   informasi berdasarkan kebutuh-an siswa</span><span></span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:173.3pt;height:45.4pt;padding:0;" valign="top" width="231">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pemilihan   informasi di-tentukan oleh guru</span><span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:63pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:41.85pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="56">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>3.</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:156.1pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="208">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Siswa terlibat   secara aktif dalam proses pembelajaran</span><span></span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:173.3pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="231">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Siswa secara   pasif menerima informasi</span><span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:63pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:41.85pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="56">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>4.</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:156.1pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="208">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pembelajaran   dikaitkan dengan kehidupan nyata/-masalah yang disi-mulasikan</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:173.3pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="231">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pembelajaran   sangat abstrak dan teoritis</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:63pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:41.85pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="56">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>5.</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:156.1pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="208">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Selalu   mengkaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:173.3pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="231">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Memberikan   tumpukan informasi kepada siswa sampai saatnya diperlukan</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:63pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:41.85pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="56">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>6.</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:156.1pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="208">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Cenderung   mengintegrasikan beberapa bidang</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:173.3pt;height:63pt;padding:0;" valign="top" width="231">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Cenderung   terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu</span></p>
</td>
</tr>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:367.5pt;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="490">
<tr style="height:106.8pt;">
<td style="width:47.75pt;height:106.8pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="64">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>7.</span></p>
</td>
<td style="border:1pt solid black;width:152.4pt;height:106.8pt;padding:0;" valign="top" width="203">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Siswa menggunakan   waktu belajarnya untuk menemukan, menggali, berdiskusi, berpikir kritis, atau   mengerjakan proyek dan pemecahan masalah (melalui kerja kelompok)</span><span></span></p>
</td>
<td style="width:167.35pt;height:106.8pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1.5pt 1pt 1pt;padding:0;" valign="top" width="223">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Waktu belajar   siswa se-bagian besar dipergu-nakan untuk mengerja-kan buku tugas, men-dengar   ceramah, dan mengisi latihan yang membosankan (melalui kerja individual)</span><span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:44.25pt;">
<td style="width:47.75pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="64">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>8.</span></p>
</td>
<td style="width:152.4pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="203">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Perilaku dibangun   atas kesadaran diri</span><span></span></p>
</td>
<td style="width:167.35pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1.5pt 1.5pt 1pt;padding:0;" valign="top" width="223">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Perilaku dibangun   atas kebiasaan</span><span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:44.25pt;">
<td style="width:47.75pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="64">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>9.</span></p>
</td>
<td style="width:152.4pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="203">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Keterampilan   dikem-bangkan atas dasar pemahaman</span></p>
</td>
<td style="width:167.35pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1.5pt 1.5pt 1pt;padding:0;" valign="top" width="223">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Keterampilan   dikem-bangkan atas dasar latihan</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:44.25pt;">
<td style="width:47.75pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="64">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>10.</span></p>
</td>
<td style="width:152.4pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="203">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Hadiah dari   perilaku baik adalah kepuasan diri</span></p>
</td>
<td style="width:167.35pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1.5pt 1.5pt 1pt;padding:0;" valign="top" width="223">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Hadiah dari   perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:44.25pt;">
<td style="width:47.75pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="64">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>11.</span></p>
</td>
<td style="width:152.4pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="203">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Siswa tidak   melakukan hal yang buruk karena sadar hal tsb keliru dan merugikan</span></p>
</td>
<td style="width:167.35pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1.5pt 1.5pt 1pt;padding:0;" valign="top" width="223">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Siswa tidak   melakukan sesuatu yang buruk karena takut akan hukuman</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:44.25pt;">
<td style="width:47.75pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="64">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>12.</span></p>
</td>
<td style="width:152.4pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="203">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Perilaku baik   berdasar-kan motivasi intrinsik</span></p>
</td>
<td style="width:167.35pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1.5pt 1.5pt 1pt;padding:0;" valign="top" width="223">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Perilaku baik   berdasar-kan motivasi ekstrinsik</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:44.25pt;">
<td style="width:47.75pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="64">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>13.</span></p>
</td>
<td style="width:152.4pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="203">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pembelajaran   terjadi di berbagai tempat, konteks dan setting</span></p>
</td>
<td style="width:167.35pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1.5pt 1.5pt 1pt;padding:0;" valign="top" width="223">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pembelajaran   hanya terjadi dalam kelas</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:44.25pt;">
<td style="width:47.75pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="64">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>14.</span></p>
</td>
<td style="width:152.4pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1pt 1.5pt;padding:0;" valign="top" width="203">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Hasil belajar   diukur<span>  </span>melalui penerapan penilaian   autentik.</span></p>
</td>
<td style="width:167.35pt;height:44.25pt;border-color:black;border-style:solid;border-width:1pt 1.5pt 1.5pt 1pt;padding:0;" valign="top" width="223">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Hasil belajar   diukur melalui kegiatan akademik dalam bentuk tes/ujian/ulangan. </span></p>
</td>
</tr>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span>BAB 2</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span>PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DI KELAS</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkahnya sebagai berikut ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Ciptakan masyarakat belajar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>6.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Lakukan refleksi di akhir pertemuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>7.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span><span> </span>Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><b><span><span>A.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">    </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span>Tujuh Komponen CTL</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><b><span>KONSTRUKTIVISME</span></b></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>l<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>l<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>      </span><b>2.<span>  </span>INQUIRY</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>l<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>l<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><b><span>3.<span>  </span>QUESTIONING (BERTANYA)</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>l<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>l<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><b><span>4. LEARNING COMMUNITY (MASYARAKAT BELAJAR)</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.85pt;text-align:justify;text-indent:-2.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.85pt;text-align:justify;text-indent:-2.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.85pt;text-align:justify;text-indent:-2.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Tukar pengalaman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.85pt;text-align:justify;text-indent:-2.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Berbagi ide</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>MODELING (PEMODELAN)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.85pt;text-align:justify;text-indent:-2.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir, bekerja dan belajar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.85pt;text-align:justify;text-indent:-2.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span>6. REFLECTION ( REFLEKSI)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Mencatat apa yang telah dipelajari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Membuat jurnal, karya seni, diskusi kelompok</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span>7. AUTHENTIC ASSESSMENT (PENILAIAN YANG SEBENARNYA)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.75in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span>Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.75in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Penilaian produk (kinerja)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.75in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><!--[endif]--><span>Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>B.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Karakteristik Pembelajaran<span>  </span>CTL</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Kerjasama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Saling menunjang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Menyenangkan, tidak membosankan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Belajar dengan bergairah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Pembelajaran terintegrasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Menggunakan berbagai sumber</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Siswa aktif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Sharing dengan teman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Siswa kritis guru kreatif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa, peta-peta, gambar, artikel, humor dan lain-lain </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>n</span></span><!--[endif]--><span><span>    </span>Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa, laporan hasil pratikum, karangan siswa dan lain-lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span>BAB 3</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span>MENYUSUN RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span><span>            </span></span></b><span>Dalam pembelajaran kontekstual, program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru, yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran, media untuk mencapai tujuan tersebut, materi pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan authentic assessmennya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Dalam konteks itu, program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Sekali lagi, yang membedakannya hanya pada penekanannya. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (jelas dan operasional), sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual lebih menekankan pada skenario pembelajarannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Atas dasar itu, saran pokok dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis kontekstual adalah sebagai berikut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span>Nyatakan      kegiatan pertama pembelajarannya, yaitu sebuah pernyataan kegiatan siswa      yang merupakan gabungan antara Standara Kompetensi, Kompetensi dasar,      Materi Pokok dan Pencapaian Hasil Belajar</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Nyatakan tujuan      umum pembelajarannya</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Rincilah media      untuk mendukung kegiatan itu</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Buatlah      skenario tahap demi tahap kegiatan siswa</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Nyatakan      authentic assessmentnya, yaitu dengan data apa siswa dapat diamati      partisipasinya dalam pembelajaran.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/drssuharto.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/drssuharto.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drssuharto.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drssuharto.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drssuharto.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drssuharto.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drssuharto.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drssuharto.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drssuharto.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drssuharto.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drssuharto.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drssuharto.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=26&subd=drssuharto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/pengembangan-model-pembelajaran-yang-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62553866cdc27c2693a3d0a3c9a200eb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">drssuharto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Membaca Cepat</title>
		<link>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/tips-membaca-cepat/</link>
		<comments>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/tips-membaca-cepat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 15:57:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drssuharto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Metode Pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drssuharto.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[


Oleh Donald Latumahina      




Sunday, 16 September 2007 




Salah satu perbedaan yang menyolok antara kuliah di sini   dengan di Indonesia   adalah jumlah bacaannya. Di sini bacaannya banyak sekali ! Dan bacaan ini   harus dibaca sebelum kuliah.
Sekedar gambaran, bacaannya biasa berupa paper   yang panjangnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=25&subd=drssuharto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tr>
<td style="width:70%;padding:0.75pt;" valign="top" width="70%">
<p class="MsoNormal"><span class="small">Oleh Donald Latumahina </span>     </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:0.75pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal">Sunday, 16 September 2007 </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:0.75pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal">Salah satu perbedaan yang menyolok antara kuliah di sini   dengan di Indonesia   adalah jumlah bacaannya. Di sini bacaannya banyak sekali ! Dan bacaan ini   harus dibaca sebelum kuliah.</p>
<p class="MsoNormal">Sekedar gambaran, bacaannya biasa berupa <i>paper</i>   yang panjangnya belasan sampai dua puluhan halaman dan untuk setiap kuliah   bisa 2-3 paper seperti itu. Akhirnya untuk membaca saja butuh waktu   berjam-jam. </p>
<p>Karena tekanan yang seperti ini saya jadi lebih tertantang untuk   mengembangkan teknik membaca cepat. Untuk sekarang ini saya sedang belajar   membaca cepat dengan dua hal saja, yaitu:</p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><b>Menghilangkan        subvokalisasi</b><br />
Subvokalisasi ini adalah suara yang biasa “ikut membaca” di dalam        pikiran kita. Jadi waktu kita membaca, di dalam pikiran kita seperti ada        suara yang menyuarakan bacaan itu. Ternyata ini sangat menghambat        kecepatan membaca, karena otak kita sebenarnya mampu membaca dengan        kecepatan yang lebih tinggi daripada suara di dalam pikiran kita itu.        Karenanya salah satu teknik membaca cepat adalah dengan menghilangkan        suara ini. Tidak mudah memang karena sudah jadi kebiasaan        bertahun-tahun, tapi bagaimana pun kita perlu belajar melakukannya.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;">
<ol>
<li class="MsoNormal"><b><span>Jangan kembali ke belakang</span></b><span><br />
Nah, ini malah lebih sulit lagi. Kalau kita sudah melewati suatu bagian        bacaan maka jangan sekali-kali mengulang lagi bagian itu. Baca terus dan        maju terus. Ada yang terlewat ? Jangan hiraukan, maju terus ! Ada        kata-kata yang hilang ? Jangan hiraukan juga, maju terus ! Pokoknya maju        terus pantang mundur ! Intinya di sini adalah kita harus membaca untuk        mendapatkan ide, bukan untuk mendapatkan kata per kata (lihat juga post </span><a href="http://www.gayahidupdigital.com/2004/11/28/ide-per-menit/"><span>Ide per Menit</span></a><span>). Kembali ke belakang akan sangat        mengurangi kecepatan membaca kita sementara dengan maju terus toh idenya        akan kita dapatkan.</span></li>
</ol>
</td>
</tr>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/drssuharto.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/drssuharto.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drssuharto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drssuharto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drssuharto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drssuharto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drssuharto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drssuharto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drssuharto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drssuharto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drssuharto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drssuharto.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=25&subd=drssuharto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/tips-membaca-cepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62553866cdc27c2693a3d0a3c9a200eb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">drssuharto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknik Membaca Cepat</title>
		<link>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/teknik-membaca-cepat/</link>
		<comments>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/teknik-membaca-cepat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 15:55:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drssuharto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Metode Pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drssuharto.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[


Oleh Christiana Ratri Yuliani      




Sunday, 16 September 2007 




Metode membaca cepat memberi banyak keuntungan bagi setiap   orang. Dengan membaca cepat kita bisa mengetahui seluruh isi buku dalam waktu   yang singkat.
Metode membaca cepat memberi banyak keuntungan bagi setiap orang. Dengan   membaca cepat kita bisa mengetahui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=24&subd=drssuharto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tr>
<td style="width:70%;padding:0.75pt;" valign="top" width="70%">
<p class="MsoNormal"><span class="small">Oleh Christiana Ratri Yuliani </span>     </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:0.75pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal">Sunday, 16 September 2007 </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:0.75pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal">Metode membaca cepat memberi banyak keuntungan bagi setiap   orang. Dengan membaca cepat kita bisa mengetahui seluruh isi buku dalam waktu   yang singkat.</p>
<p>Metode membaca cepat memberi banyak keuntungan bagi setiap orang. Dengan   membaca cepat kita bisa mengetahui seluruh isi buku dalam waktu yang singkat.   Hal ini sangat menguntungkan bagi kita yang memerlukan banyak informasi,   namun tidak memiliki waktu yang banyak untuk membaca.</p>
<p>Untuk bisa membaca cepat, ada teknik-teknik khusus yang harus dikuasai.   Memang tidak semua orang akan langsung mahir untuk membaca cepat.   Keterampilan ini membutuhkan latihan yang mungkin bisa sampai berulang-ulang   agar seseorang dapat menguasai teknik-teknik yang tepat dalam membaca cepat.   Latihan-latihan ini dipandang penting untuk dilakukan karena biasanya   seseorang yang baru pertama kali belajar membaca cepat akan menemui beberapa   masalah yang bisa menjadi penghambat dalam membaca cepat.</p>
<p>Kebiasaan-kebiasaan yang dimiliki seseorang dalam membaca pun secara tidak   sadar bisa menjadi penghambat untuk bisa membaca dengan cepat.   Kebiasaan-kebiasaan yang biasanya sudah dimiliki selama bertahun-tahun ini di   antaranya:</p>
<ol>
<li class="MsoNormal">vokalisasi atau        bergumam ketika membaca;</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;">
<ol>
<li class="MsoNormal"><span>membaca dengan menggerakkan bibir namun        tidak bersuara (komat-kamit);</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span> </span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span>kepala yang bergerak searah dengan arah        tulisan yang dibaca;</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span> </span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span>jari-jari tangan yang selalu menunjuk        tulisan yang dibaca;</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span> </span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span>gerakan mata yang selalu kembali ke        kata-kata sebelumnya atau mengulang membaca kalimat dari depan;</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span> </span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal">membaca di dalam hati.</li>
</ol>
<p><span>Kebiasaan-kebiasaan ini menjadi   penghambat karena kecepatan membaca, melakukan gerakan, dan bersuara tidaklah   sama. Melakukan suatu gerakan maupun bersuara pada waktu membaca membutuhkan   waktu yang lebih banyak daripada membaca tulisan. Demikian pula dengan   membaca dalam hati. Dengan membaca dalam hati, kita cenderung memerhatikan   pelafalan, bukan makna yang terkandung dalam bacaan tersebut.</span></p>
<p><span>Untuk mengatasi masalah-masalah   ini, usahakan untuk mencegah bibir, jari-jari tangan, dan kepala untuk   bergerak pada saat membaca. Cara pencegahannya bisa dengan mengatupkan bibir,   memasukkan tangan ke dalam saku atau memegangi kepala pada waktu membaca.   Sedangkan untuk menghindari supaya tidak bersuara pada waktu membaca adalah   dengan merasakan getaran suara di leher. Dengan meletakkan tangan di leher,   akan diketahui apakah kita bersuara atau tidak. Membaca dalam hati memang   tidak bisa dicegah, tetapi usahakan supaya tidak memerhatikan pelafalannya.</span></p>
<p><span>Selain masalah-masalah yang   tersebut di atas, ada beberapa masalah lain yang berkaitan dengan materi   bacaan yang kita baca, misalnya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span> </span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span>kepadatan dan beragamnya informasi yang        disajikan oleh bacaan, misalnya seperti yang terdapat pada koran dan        majalah;</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span> </span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span>bentuk kalimat yang formal, kaku, dan        bahasa yang susah dipahami serta berbelit-belit, misalnya seperti dalam        korespondensi, perundang-undangan;</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span> </span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal">baik buruknya tulisan,        jika ditulis tangan;</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;">
<ol>
<li class="MsoNormal">format, susunan        kalimat yang tidak baik dan jumlah halaman yang banyak, misalnya seperti        dalam laporan-laporan;</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;">
<ol>
<li class="MsoNormal"><span>faktor teknis, jika dalam e-mail dan        teleteks;</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span> </span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span>terlalu panjang dan detail, misalnya dalam        perincian dan laporan keuangan yang sebagian besar berupa angka.</span></li>
</ol>
<p><span>Meskipun ada banyak masalah   yang bisa menjadi penghambat dalam belajar membaca cepat, tidak berarti tidak   ada jalan keluarnya. Berikut ini ada beberapa langkah yang bisa digunakan   untuk membantu mengatasi masalah-masalah dalam membaca cepat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span> </span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span>Miliki kosakata yang luasJika saat ini Anda masih memiliki kosakata yang terbatas, ada cara-cara        yang bisa ditempuh untuk mengatasinya, yaitu dengan menyiapkan catatan        kata-kata baru yang belum Anda ketahui. Setelah itu, carilah artinya di        dalam kamus. Perbendaharaan kata yang banyak sangat membantu dalam        memahami suatu bacaan.
<p></span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Sikap tubuhMembaca cepat memang memerlukan konsentrasi yang tinggi. Tidak jarang        pembaca justru berada dalam posisi tegang. Kondisi yang seperti ini        justru menjadi penghambat.
<p></span>Untuk itu, ambilah posisi santai saat        membaca.</li>
<li class="MsoNormal">Membaca sepintas laluDengan membaca sepintas lalu, Anda bisa mengantisipasi hal-hal yang        mungkin akan terjadi.</li>
<li class="MsoNormal">KonsentrasiKonsentrasi yang penuh menghindarkan Anda dari melamun atau pikiran yang        melayang-layang. Kesulitan dalam berkonsentrasi menunjukkan kecepatan        membaca yang rendah. Untuk itu, usahakan agar selalu berkonsentrasi        ketika membaca cepat.</li>
<li class="MsoNormal">Retensi/mengingat        kembali informasi dari bacaaanMengingat kembali informasi yang baru saja Anda baca bisa dilakukan        dengan beberapa cara, misalnya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan,        diskusi, maupun menulis kembali informasi yang sudah diterima.</li>
<li class="MsoNormal">Tujuan dari membaca        itu sendiriDengan menentukan tujuan dari membaca, Anda akan mengetahui apakah        bacaan tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda atau seperti yang Anda        inginkan.</li>
<li class="MsoNormal">MotivasiMotivasi yang jelas dalam membaca akan memengaruhi tingkat pemahaman        bacaan. Jika Anda sudah memiliki motivasi yang jelas dalam membaca suatu        bacaan, Anda akan lebih mudah menyerap informasi dalam bacaan tersebut.        Untuk itu, tumbuhkanlah motivasi dalam membaca.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal">Sumber: http://www.sabda.org</p>
</td>
</tr>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/drssuharto.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/drssuharto.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drssuharto.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drssuharto.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drssuharto.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drssuharto.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drssuharto.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drssuharto.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drssuharto.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drssuharto.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drssuharto.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drssuharto.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=24&subd=drssuharto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/teknik-membaca-cepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62553866cdc27c2693a3d0a3c9a200eb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">drssuharto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Plus Minus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)</title>
		<link>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/plus-minus-kurikulum-tingkat-satuan-pendidikan-ktsp/</link>
		<comments>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/plus-minus-kurikulum-tingkat-satuan-pendidikan-ktsp/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 15:49:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drssuharto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drssuharto.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Kelebihan KTSP 
KTSP yang hendak diberlakukan Depertemen Pendidikan Nasional melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) sesungguhnya dimaksudkan untuk mempertegas pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Artinya, kurikulum baru yang ini tetap memberikan tekanan pada pengembangan kompetensi siswa.
Menurut Fasli Jalal, pemberlakukan KTSP tidak akan melalui uji publik maupun uji coba, karena kurikulum ini telah diujicobakan melalui KBK [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=23&subd=drssuharto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><b>Kelebihan KTSP </b></p>
<p>KTSP yang hendak diberlakukan Depertemen Pendidikan Nasional melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) sesungguhnya dimaksudkan untuk mempertegas pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). <span>Artinya, kurikulum baru yang ini tetap memberikan tekanan pada pengembangan kompetensi siswa.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Menurut Fasli Jalal, pemberlakukan KTSP tidak akan melalui uji publik maupun uji coba, karena kurikulum ini telah diujicobakan melalui KBK yang diterapkan ke beberapa sekolah yang menjadi pilot project.</span></p>
<p>Fasli juga berpendapat bahwa pemberlakuan Kurikulum 2006 tergantung analisis Mendiknas. Namun, kurikulum ini hanya akan diterapkan di kelas 1 di semua jenjang. Selain itu, hanya sekolah yang siap, yang menerapkan kurikulum baru ini. Kesiapan sekolah ini ditandai dengan ketersediaan sarana dan prasarana, pengalaman menerapkan KBK, dan rasio murid. Pengalaman menerapkan KBK dapat menjadi bekal suatu sekolah untuk menerapkan kurikulum baru ini dan diharapkan tahun 2009, semua sekolah telah menerapkan kurikulum ini.</p>
<p>Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia memiliki kelebihan-kelebihan masing-masing bergantung kepada situasi dan kondisi saat di mana kurikulum tersebut diberlakukan. Menurut hemat penulis KTSP yang direncanakan dapat diberlakukan secara menyeluruh di semua sekolah-sekolah di Indonesia pada tahun 2009 itu juga memiliki beberapa kelebihan jika dibanding dengan kurikulum sebelumnya, terutama kurikulum 2004 atau KBK. Kelebihan-kelebihan KTSP ini antara lain:</p>
<p>1. Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.</p>
<p>Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu bentuk kegagalan pelaksanaan kurikulum di masa lalu adalah adanya penyeragaman kurikulum di seluruh Indonesia, tidak melihat kepada situasi riil di lapangan, dan kurang menghargai potensi keunggulan lokal. Dengan adanya penyeragaman ini, sekolah di kota sama dengan sekolah di daerah pinggiran maupun di daerah pedesaan. Penyeragaman kurikulum ini juga berimplikasi pada beberapa kenyataan bahwa sekolah di daerah pertanian sama dengan sekolah yang daerah pesisir pantai, sekolah di daerah industri sama dengan di wilayah pariwisata. Oleh karenanya, kurikulum tersebut menjadi kurang operasional, sehingga tidak memberikan kompetensi yang cukup bagi peserta didik untuk mengembangkan diri dan keunggulankhas yang ada di daerahnya. Sebagai implikasi dari penyeragaman ini akibatnya para lulusan tidak memiliki daya kompetitif di dunia kerja dan berimplikasi pula terhadap meningkatnya angka pengangguran. Untuk itulah kehadiran KTSP diharapkan dapat memberikan jawaban yang konkrit terhadap mutu dunia pendidikan di Indonesia.</p>
<p>Dengan semangat otonomi itu, sekolah bersama dengan komite sekolah dapat secara bersama-sama merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi lingkungan sekolah. Sebagai sesuatu yang baru, sekolah mungkin mengalami kesulitan dalam penyusunan KTSP. Oleh karena itu, jika diperlukan, sekolah dapat berkonsultasi baik secara vertikal maupun secara horizontal. Secara vertikal, sekolah dapat berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten atau Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi, dan Departemen Pendidikan Nasional. Sedangkan secara horizontal, sekolah dapat bermitra dengan stakeholder pendidikan dalam merumuskan KTSP. Misalnya, dunia industri, kerajinan, pariwisata, petani, nelayan, organisasi profesi, dan sebagainya agar kurikulum yang dibuat oleh sekolah benar-benar mampu menjawab kebutuhan di daerah di mana sekolah tersebut berada.</p>
<p>2. Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.</p>
<p>Dengan berpijak pada panduan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang dibuat oleh BNSP, sekolah diberi keleluasaan untuk merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulum sekolah sesuai dengan situasi, kondisi, dan potensi keunggulan lokal yang bisa dimunculkan oleh sekolah. <span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Sekolah bisa mengembangkan standar yang lebih tinggi dari standar isi dan standar kompetensi lulusan.</span></p>
<p>Sebagaimana diketahui, prinsip pengembangan KTSP adalah (1) Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya; (2) Beragam dan terpadu; (3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan; (5) Menyeluruh dan berkesinambungan; (6) Belajar sepanjang hayat; (7) Dan seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Berdasarkan prinsip-prinsip ini, KTSP sangat relevan dengan konsep desentralisasi pendidikan sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan konsep manajemen berbasis sekolah (MBS) yang mencakup otonomi sekolah di dalamnya. Pemerintah daerah dapat lebih leluasa berimprovisasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Di samping itu, sekolah bersama komite sekolah diberi otonomi menyusun kurikulum sendiri sesuai dengan kebutuhan di lapangan.</p>
<p>3. KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa.</p>
<p>Sesuai dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional yang tertuang dalam Peraturan Mendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Mendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL), sekolah diwajibkan menyusun kurikulumnya sendiri. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) itu memungkinkan sekolah menitikberatkan pada mata pelajaran tertentu yang dianggap paling dibutuhkan siswanya. Sebagai contoh misalnya, sekolah yang berada dalam kawasan pariwisata dapat lebih memfokuskan pada mata pelajaran bahasa Inggris atau mata pelajaran di bidang kepariwisataan lainnya.</p>
<p>Sekolah-sekolah tersebut tidak hanya menjadikan materi bahasa Inggris dan kepariwisataan sebagai mata pelajaran saja, tetapi lebih dari itu menjadikan mata pelajaran tersebut sebagai sebuah ketrampilan. Sehingga kelak jika peserta didik di lingkungan ini telah menyelesaikan studinya bila mereka tidak berkeinginan untuk melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi mereka dapat langsung bekerja menerapkan ilmu dan ketrampilan yang telah diperoleh di bangku sekolah.</p>
<p>KTSP ini sesungguhnya lebih mudah, karena guru diberi kebebasan untuk mengembangkan kompetensi siswanya sesuai dengan lingkungan dan kultur daerahnya. KTSP juga tidak mengatur secara rinci kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas, tetapi guru dan sekolah diberi keleluasaan untuk mengembangkannya sendiri sesuai dengan kondisi murid dan daerahnya. Di samping itu yang harus digarisbawahi adalah bahwa yang akan dikeluarkan oleh BNSP tersebut bukanlah kurikulum tetapi tepatnya Pedoman Penyusunan Kurikulum 2006.</p>
<p>4. KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih 20%.</p>
<p>Dengan diberlakukannya KTSP itu nantinya akan dapat mengurangi beban belajar sebanyak 20% karena KTSP tersebut lebih sederhana. Di samping jam pelajaran akan dikurangi antara 100-200 jam per tahun, bahan ajar yang dianggap memberatkan siswa pun akan dikurangi. Meskipun terdapat pengurangan jam pelajaran dan bahan ajar, KTSP tetap memberikan tekanan pada pengembangan kompetensi siswa.</p>
<p>Pengurangan jam belajar siswa tersebut merupakan rekomendasi dari BNSP. Rekomendasi ini dapat dikatakan cukup unik, karena selama bertahun-tahun beban belajar siswa tidak mengalami perubahan, dan biasanya yang berubah adalah metode pengajaran dan buku pelajaran semata. Jam pelajaran yang biasa diterapkan kepada siswa sebelunya berkisar antara 1.000-1.200 jam pelajaran dalam setahun. Jika biasanya satu jam pelajaran untuk siswa SD, SMP dan SMA adalah 45 menit, maka rekomendasi BNSP ini mengusulkan pengurangan untuk SD menjadi 35 menit setiap jm pelajaran, untuk SMP menjadi 40 menit, dan untuk SMA tidak berubah, yakni tetap 45 menit setiap jam pelajaran. Total 1.000 jam pelajaran dalam satu tahun ini dengan asumsi setahun terdapat 36-40 minggu efektif kegiatan belajar mengajar.dan dalam seminggu tersebut meliputi 36-38 jam pelajaran.</p>
<p>Alasan diadakannya pengurangan jam pelajaran ini karena menurut pakar-pakar pendidikan anak bahwa jam pelajaran di sekolah-sekolah selama ini terlalu banyak. Apalagi kegiatan belajar mengajar masih banyak yang terpaku pada kegiatan tatap muka di kelas. Sehingga suasana yang tercipta pun menjadi terkesan sangat formal. Dampak yang mungkin tidak terlalu disadari adalah siswa terlalu terbebani dengan jam pelajaran tersebut. Akibat lebih jauh lagi adalah mempengaruhi perkembangan jiwa anak.</p>
<p>Persoalan ini lebih dirasakan untuk siswa SD dan SMP. Dalam usia yang masih anak-anak, mereka membutuhkan waktu bermain yang cukup untuk mengembangkan kepribadiannya. Suasana formal yang diciptakan sekolah, ditambah lagi standar jam pelajaran yang relatif lama, tentu akan memberikan dampak tersendiri pada psikologis anak. Banyak pakar yang menilai sekolah selama ini telah merampas hak anak untuk mengembangkan kepribadian secara alami.</p>
<p>Inilah yang menjadi dasar pemikiran bahwa jam pelajaran untuk siswa perlu dikurangi. Meski demikian, perngurangan itu tidak dilakukan secara ekstrim dengan memangkas sekian jam frekwensi siswa berhubungan dengan mata pelajaran di kelas. Melainkan memotong sedikit, atau menghilangkan titik kejenuhan siswa terhadap mata pelajaran dalam sehari akibat terlalu lama berkutat dengan pelajaran itu.</p>
<p>Dapat dikatakan bahwa perberlakuan KTSP ini sebagai upaya perbaikan secara kontinuitif. Sebagai contoh, kurikulum 1994 dapat dinilai sebagai kurikulum yang berat dalam penerapannya. Ketika diberlakukan Kurikulum 1994 banyak sekolah yang terlalu bersemangat ingin meningkatkan kompetensi iptek siswa, sehingga muatan iptek pun dibesarkan. Tetapi yang patut disayangkan adalah SDM yang tersedia belum siap, sehingga hasilnya hanya sekitar 30% siswa yang mampu menerapkan kurikulum tersebut.</p>
<p>5. KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan.</p>
<p>Pola kurikulum baru (KTSP) akan memberi angin segar pada sekolah-sekolah yang menyebut dirinya nasional plus. Sekolah-sekolah swasta yang kini marak bermunculan itu sejak beberapa tahun terakhir telah mengembangkan variasi atas kurikulum yang ditetapkan pemerintah. Sehingga ketika pemerintah kemudian justru mewajibkan adanya pengayaan dari masing-masing sekolah, sekolah-sekolah plus itu jelas akan menyambut gembira.</p>
<p>Kehadiran KTSP ini bisa jadi merupakan kabar baik bagi sekolah-sekolah plus. Sebagian sekolah-sekolah plus tersebut ada yang khawatir ditegur karena memakai bilingual atau memakai istilah kurikulum yang bermacam-macam seperti yang ada sekarang. Sekarang semua bentuk improvisasi dibebaskan asal tidak keluar panduan yang telah ditetapkan dalam KTSP.</p>
<p>Sebagai contoh, Sekolah High Scope Indonesia, sebelumnya sejak awal berdiri pada 1990 telah menggunakan kombinasi kurikulum Indonesia dengan Amerika Serikat (AS). Kendati mendapat lisensi dari AS, namun pihaknya tetap mematuhi kurikulum pemerintah. Caranya dengan mematuhi batas minimal, namun secara optimal memberikan penekanan pada aspek-aspek tertentu yang tidak diatur oleh kurikulum. Misalnya tetap memberikan materi Bahasa Indonesia, namun menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama.</p>
<p><b>Kelemahan KTSP </b></p>
<p>Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia di samping memiliki kelebihan-kelebihan juga memiliki kelemahan-kelamahannya. Sebagai konsekuansi logis dari penerapan KTSP ini setidak-tidaknya menurut penulis terdapat beberapa kelemahan-kelamahan dalam KTSP maupun penerapannya, di antaranya adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada.</p>
<p>Pola penerapan KTSP atau kurikulum 2006 terbentur pada masih minimnya kualitas guru dan sekolah. Sebagian besar guru belum bisa diharapkan memberikan kontribusi pemikiran dan ide-ide kreatif untuk menjabarkan panduan kurikulum itu (KTSP), baik di atas kertas maupun di depan kelas. Selain disebabkan oleh rendahnya kualifikasi, juga disebabkan pola kurikulum lama yang terlanjur mengekang kreativitas guru.</p>
<p>2. Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP.</p>
<p>Ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap dan representatif merupakan salah satu syarat yang paling urgen bagi pelaksanaan KTSP. Sementara kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak satuan pendidikan yang minim alat peraga, laboratorium serta fasilitas penunjang yang menjadi syarat utama pemberlakuan KTSP.</p>
<p>3. Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif baik konsepnya, penyusunannya maupun prakteknya di lapangan.</p>
<p>Masih rendahnya kuantitas guru yang diharapkan mampu memahami dan menguasai KTSP dapat disebabkan karena pelaksanaan sosialisasi masih belum terlaksana secara menyeluruh. Jika tahapan sosialisasi tidak dapat tercapai secara menyeluruh, maka pemberlakuan KTSP secara nasional yang targetnya hendak dicapai paling lambat tahun 2009 tidak memungkinkan untuk dapat dicapai.</p>
<p>4. Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak berkurang pendapatan para guru.</p>
<p>Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) akan menambah persoalan di dunia pendidikan. Selain menghadapi ketidaksiapan sekolah berganti kurikulum, KTSP juga mengancam pendapatan para guru. Sebagaimana diketahui rekomendasi BSNP terkait pemberlakuan KTSP tersebut berimplikasi pada pengurangan jumlah jam mengajar. <span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Hal ini berdampak pada berkurangnya jumlah jam mengajar para guru. Akibatnya, guru terancam tidak memperoleh tunjangan profesi dan fungsional.</span></p>
<p>Untuk memperoleh tunjangan profesi dan fungsional semua guru harus mengajar 24 jam, jika jamnya dikurangi maka tidak akan bisa memperoleh tunjangan. Sebagai contoh, pelajaran Sosiologi untuk kelas 1 SMA atau kelas 10 mendapat dua jam pelajaran di KTSP maupun kurikulum sebelumnya. Sedangkan di kelas 2 SMA atau kelas 11 IPS, Sosiologi diajarkan selama lima jam pelajaran di kurikulum lama. Namun di KTSP Sosiologi hanya mendapat jatah tiga jam pelajaran. Hal yang sama terjadi di kelas 3 IPS. Pada kurikulum lama, pelajaran Sosiologi diajarkan untuk empat jam pelajaran tapi pada KTSP menjadi tiga jam pelajaran. Sementara itu masih banyak guru yang belum mengetahui tentang ketentuan baru kurikulum ini. Jika KTSP telah benar-benar diberlakukan, para guru sulit memenuhi ketentuan 24 jam mengajar agar bisa memperoleh tunjangan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/drssuharto.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/drssuharto.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drssuharto.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drssuharto.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drssuharto.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drssuharto.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drssuharto.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drssuharto.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drssuharto.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drssuharto.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drssuharto.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drssuharto.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=23&subd=drssuharto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/plus-minus-kurikulum-tingkat-satuan-pendidikan-ktsp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62553866cdc27c2693a3d0a3c9a200eb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">drssuharto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KTSP Membuat Guru Kreatif</title>
		<link>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/ktsp-membuat-guru-kreatif/</link>
		<comments>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/ktsp-membuat-guru-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 15:47:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drssuharto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drssuharto.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[


Monday, 05 February 2007 




Penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di   setiap sekolah setingkat SD, SMP dan SMA, akan membuat guru semakin pintar,   karena mereka dituntut harus mampu merencanakan sendiri materi pelajarannya   untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. 
Kurikulum yang selama ini dibuat dari pusat, menyebabkan kreativitas guru  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=22&subd=drssuharto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tr>
<td style="padding:0.75pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal">Monday, 05 February 2007 </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:0.75pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal">Penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di   setiap sekolah setingkat SD, SMP dan SMA, akan membuat guru semakin pintar,   karena mereka dituntut harus mampu merencanakan sendiri materi pelajarannya   untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. </p>
<p>Kurikulum yang selama ini dibuat dari pusat, menyebabkan kreativitas guru   kurang terpupuk, tetapi dengan KTSP, kreativitas guru bisa berkembang. </p>
<p>Demikian pendapat dari pakar kurikulum, Dr Karnadi dari Universitas Negeri   Jakarta (UNJ) dan Prof Dr Ansyar dari Universitas Negeri Padang (Unan).   Pendapat kedua pakar itu dilontarkan berkaitan dengan munculnya KTSP 2006   sebagai pengganti kurikulum berbasis kompetensi (KBK) 2004. </p>
<p>Karnadi yang ditemui <i>Pembaruan</i> di Jakarta, pekan lalu mengatakan,   dengan semangat otonomi dan desentralisasi, KTSP memberi keleluasaan sekolah   untuk mengembangkan kurikulum sendiri. KTSP sebenarnya positif, sebab sekolah   diberikan otonomi untuk berdiskusi terkait dengan standar kompetensi yang   dikembangkan. </p>
<p>Hanya saja, sebagian besar guru belum terbiasa untuk mengembangkan   model-model kurikulum. Selama ini mereka diperintah untuk melaksanakan   kewajiban yang sudah baku,   yakni kurikulum yang dibuat dari pusat. </p>
<p>Karnadi menambahkan, implementasi KTSP sebenarnya membutuhkan penciptaan   iklim pendidikan yang memungkinkan tumbuhnya semangat intelektual dan ilmiah   bagi setiap guru, mulai dari rumah, di sekolah, maupun di masyarakat. Hal ini   berkaitan adanya pergeseran peran guru yang semula lebih sebagai instruktur   dan kini menjadi fasilitator pembelajaran. </p>
<p>&#8220;Guru dapat melakukan upaya-upaya kreatif serta inovatif dalam bentuk   penelitian tindakan terhadap berbagai teknik atau model pengelolaan   pembelajaran yang mampu menghasilkan lulusan yang kompeten,&#8221; tuturnya. </p>
<p><b>B<b>eban Bertambah </b></b></p>
<p>Karnadi mengakui, penerapan KTSP tersebut berimplikasi pada bertambahnya   beban bagi guru. Penerapan KTSP mengandaikan guru bisa membuat kurikulum   untuk tiap mata pelajaran, padahal, selama ini guru sudah terbiasa mengikuti   kurikulum yang ditetapkan pemerintah. </p>
<p>&#8221;Belum lagi mengingat kualitas guru yang kurang merata di setiap daerah.   &#8220;Ini artinya, KTSP menghadapi kendala daya kreativitas dan beragamnya   kapasitas guru untuk membuat sendiri kurikulum,&#8221; katanya. </p>
<p>Dikatakan Karnadi, pemberdayaan guru belum dilakukan sepenuhnya oleh   pemerintah daerah (pemda). Misalnya, pemda belum melakukan evaluasi   pendidikan yang baik dan benar, termasuk evaluasi guru. &#8220;Ini yang kerap   terjadi, sehingga penerapan KTSP pun bisa melambat. Karena itu, pemda   sebaiknya agresif dalam melakukan percepatan penerapan KTSP,&#8221; katanya. </p>
<p>Namun, menurut Prof Ansyar seperti dilansir <i>Antara</i>, Minggu   (28/1), pemberdayaan guru dalam KTSP ini akan lebih baik, karena guru harus   memikirkan perencanaan penyampaian materinya, setelah selama ini hanya   mengajar sesuai kurikulum yang diturunkan pusat. Menurutnya, penerapan KTSP   memberikan peluang bagi setiap sekolah untuk menyusun kurikulumnya sendiri,   dan untuk itu tiap guru yang akan mengajar di kelas dituntut memiliki   kemampuan menyusun kurikulum yang tepat bagi peserta didiknya. </p>
<p>KTSP yang dibuat sekolah itu, kata dia, harus tetap mengacu pada Badan   Standar Nasional Pendidikan (BNSP), dan disusun sebagai kurikulum operasional   sekolah berdasarkan standar isi dan kompetensi lulusan yang dikembangkan   dengan prinsip diversivikasi. Kurikulum harus disesuaikan dengan satuan   pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. </p>
<p>&#8220;Meski sekolah memiliki kewenangan luas, acuan tetap pada BSNP sesuai   standar isi dan kompetensi lulusan,&#8221; katanya. </p>
<p>Lebih lanjut dijelaskannya, KTSP merupakan penyempurnaan dari Kurikulum   2004, yang sebelumnya masih disusun pemerintah pusat, dan sekolah tinggal   menggunakannya. Dalam KTSP, sekolah memiliki kewenangan menentukan muatan   lokal, yang dapat dijadikan satu keunggulan sekolah itu sendiri. </p>
<p>Tetapi, untuk mengoptimalkan pemberdayaan guru dalam menyusun kurikulum   tersebut, harus didukung sejumlah sarana dan fasilitas seperti ketersediaan   buku teks yang beragam. </p>
<p>&#8220;Setiap guru butuh banyak pengetahuan untuk penyempurnaan kurikulum   yang disusunya, dan memerlukan banyak sumber seperti buku, dan   internet,&#8221; katanya. </p>
<p><b>Kontekstual </b></p>
<p>Karnadi juga menjelaskan, sebetulnya, keluarnya Peraturan Mendiknas Nomor   22, 23, dan 24 Tahun 2006 mengenai KTSP atau Kurikulum 2006 ini tidak hanya   menyempurnakan kurikulum sebelumnya, namun memberikan peluang yang   sebesar-besarnya kepada daerah untuk mengembangkan pendidikan yang   kontekstual. </p>
<p>&#8220;Sebagai pembaruan kurikulum, KTSP coba memberi ruang lebih luas bagi   otonomi sekolah. Pemerintah hanya menetapkan standar minimal kurikulum yang   harus dipenuhi, selebihnya bergantung pada masing-masing sekolah,&#8221;   katanya. </p>
<p>Sementara itu, Kepala Pusat Informasi dan Humas Bambang Wasito Adi   mengatakan, KTSP memberi hak penuh pada sekolah-sekolah untuk menentukan   sendiri kurikulumnya. Tujuannya adalah agar potensi tiap-tiap sekolah dapat   menonjol, sehingga tercipta kompetisi antarsekolah. </p>
<p>&#8220;Dengan KTSP ini, masing-masing sekolah bisa membuat silabus,   kurikulum, dan indikator-indikatornya sendiri,&#8221; katanya. </p>
<p>Meski menentukan silabus sendiri, kata Bambang, namun standar kompetensi   dan isinya harus sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah. Bambang   menambahkan meski masih dibebaskan memakai kurikulum lama, namun pada 2009   seluruh sekolah harus sudah memakai KTSP. </p>
<p><i>Sumber:Suara Pembaharuan Daily</i>  </td>
</tr>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/drssuharto.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/drssuharto.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drssuharto.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drssuharto.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drssuharto.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drssuharto.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drssuharto.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drssuharto.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drssuharto.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drssuharto.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drssuharto.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drssuharto.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=22&subd=drssuharto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/ktsp-membuat-guru-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62553866cdc27c2693a3d0a3c9a200eb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">drssuharto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KTSP Memerlukan Keteladanan Guru</title>
		<link>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/ktsp-memerlukan-keteladanan-guru/</link>
		<comments>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/ktsp-memerlukan-keteladanan-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 15:46:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drssuharto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drssuharto.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[


Oleh   AAN ALIYUDIN, M.Ag.- Guru bahasa Inggris di SMP Islam Al-Huda, Bandung




Wednesday, 19 September 2007 




Pergantian kurikulum merupakan suatu   keniscayaan. Karena bagaimanapun, dunia pendidikan mesti berkembang dan   merespons perkembangan yang terjadi di dalam masyarakat, baik masyarakat di   dalam negeri maupun perkembangan dunia global.
SETIAP   paket kurikulum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=21&subd=drssuharto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tr>
<td style="width:70%;padding:0.75pt;" valign="top" width="70%">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span class="small">Oleh   AAN ALIYUDIN, M.Ag.- Guru bahasa Inggris di SMP Islam Al-Huda, Bandung</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:0.75pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal">Wednesday, 19 September 2007 </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:0.75pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span>Pergantian kurikulum merupakan suatu   keniscayaan. Karena bagaimanapun, dunia pendidikan mesti berkembang dan   merespons perkembangan yang terjadi di dalam masyarakat, baik masyarakat di   dalam negeri maupun perkembangan dunia global.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>SETIAP   paket kurikulum dilandasi oleh dasar pemikiran tertentu. Setiap dasar   pemikiran tersebut merupakan hasil pengendapan pemikiran kaum intelektual dan   para pemegang kebijakan dunia pendidikan. Endapan pemikiran tersebut biasanya   merupakan sintesis dari berbagai kecenderungan pemikiran yang terus berkembang   di dalam negeri dan juga di dunia global. Kecenderungan pemikiran yang terus   berkembang telah menyebabkan kecenderungan dasar pemikiran dunia pendidikan   pun terus berkembang. Dan pada akhirnya, kurikulum pun terus berkembang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Saat   ini, dunia pendidikan formal mulai diperkenalkan dengan kurikulum tingkat   satuan pendidikan (KTSP). Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari   kurikulum sebelumnya, yaitu kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Semangat   otonomisasi dalam KBK sudah berkembang cukup jauh, dan dalam KTSP semangat   itu semakin mengental. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Dengan   semangat otonomisasi yang tinggi, posisi, peran, dan fungsi guru menjadi   berbeda dari sebelumnya. Dalam hubungannya dengan sekolah dan kebijakan   pemerintah, kedudukan guru semakin kuat dan semakin otonom. Hal ini   menyebabkan tugas guru semakin berat. Banyak instrumen kurikulum yang tadinya   sudah ditentukan oleh pemerintah dan sekolah, sekarang diserahkan kepada   mereka. Dalam keadaan seperti ini, guru semakin dituntut kreativitasnya dalam   proses pembelajaran.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Dalam   hubungannya dengan siswa, posisi, fungsi, dan peran guru juga mengalami   pergeseran. Orang sering mengatakan bahwa semangat otonomisasi dan   kemandirian siswa menyebabkan posisi, peran dan fungsi guru terhadap siswa   menjadi berkurang. Menurut penulis, pendapat seperti itu tidak benar. Yang   bisa diterima hanyalah bahwa posisi, peran, dan fungsi guru menjadi berbeda.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Di   dalam kelas, guru semakin dituntut untuk mampu menciptakan suasana kelas yang   kondusif sesuai semangat KTSP. <b>Suasana   kelas harus demokratis, tidak tegang, tetapi harus tetap tertib agar semua   siswa bisa optimal dalam menyimak, berbicara, dan mengekspresikan dirinya.</b>   Saya yakin, semua guru mengetahui bahwa menciptakan kondisi kelas ideal   seperti ini bukanlah hal yang mudah. Kondisi kelas sering terjebak ke dalam   dua kondisi ekstrem yang tidak menguntungkan. <b>Kondisi pertama, suasana kelas kaku, tegang, dan menakutkan, sehingga   siswa takut berbicara dan mengekspresikan dirinya. Kondisi kedua, suasana   kelas terlalu bebas, selalu ribut, sehingga siswa sulit untuk konsentrasi</b>.   Karena itulah maka pada saat ini guru dituntut semakin kreatif dan lebih <i>smart</i>   dalam menghadapi siswa dan mengelola proses pembelajaran.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menciptakan kondisi kelas yang kondusif,   seorang guru mesti mengerahkan semua potensi dirinya. Dari segi   intelektualitas, dia harus semakin mampu menguasai materi pembelajaran.   Karena dengan semakin mandirinya siswa dalam proses pembelajaran, mereka   semakin mungkin menemukan hal-hal baru yang kadang-kadang tidak terduga.   Seorang guru yang baik harus mampu dan siap menghadapi hal tersebut. Selain   itu, dia juga harus mengerahkan pengetahuan dan keterampilan dalam membaca   suasana psikologis siswa. <b><i>Suasana kelas yang kondusif adalah suasana   kelas yang menyenangkan secara psikologis.</i></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Siswa yang telah mampu belajar   lebih mandiri akan lebih kritis dalam menanggapi segala sesuatu di   sekelilingnya. <b>Sikap kritis tersebut   terutama ditujukan terhadap gurunya sendiri. Siswa akan lebih kritis menilai   integritas guru. Mereka akan menilai gurunya secara keseluruhan, dari mulai   cara berpakaian, tingkah laku, bahasa, wawasan, pengetahuan, dan sebagainya.</b>   Maka dalam hal ini kita sampai kepada masalah keteladanan. <i>Seorang guru yang mampu menjadi suri   teladan yang baik akan memiliki wibawa di hadapan siswa</i>. Dan hanya guru   yang memiliki wibawa yang akan mampu menciptakan kondisi kelas yang kondusif.</p>
</td>
</tr>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/drssuharto.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/drssuharto.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drssuharto.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drssuharto.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drssuharto.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drssuharto.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drssuharto.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drssuharto.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drssuharto.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drssuharto.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drssuharto.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drssuharto.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=21&subd=drssuharto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/ktsp-memerlukan-keteladanan-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62553866cdc27c2693a3d0a3c9a200eb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">drssuharto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Kiat Sukses Guru Menurut Perspektif Psikologi</title>
		<link>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/kiat-kiat-sukses-guru-menurut-perspektif-psikologi/</link>
		<comments>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/kiat-kiat-sukses-guru-menurut-perspektif-psikologi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 15:45:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drssuharto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drssuharto.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[


Oleh Prof. Dr. Suharnan, MS.- Guru besar Fakultas Psikologi   Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya      




Wednesday, 03 October 2007 




Pengantar
 
Pada jaman sekarang dan yang akan datang ketersediaan sumberdaya alam   yang melimpah tidak banyak menentukan kemajuan suatu masyarakat dan bangsa,   tetapi faktor kualitas perorangan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=20&subd=drssuharto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tr>
<td style="width:70%;padding:0.75pt;" valign="top" width="70%">
<p class="MsoNormal"><span class="small"><span>Oleh Prof. Dr. Suharnan, MS.- </span>Guru besar Fakultas Psikologi   Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya   </span>   </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:0.75pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal">Wednesday, 03 October 2007 </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:0.75pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Pengantar</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pada jaman sekarang dan yang akan datang ketersediaan sumberdaya alam   yang melimpah tidak banyak menentukan kemajuan suatu masyarakat dan bangsa,   tetapi faktor kualitas perorangan dan kelompok masyarakat itu sendiri yang   menentukan kemajuan (McRae, 1995). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Apalagi dengan adanya   kecenderungan globalisasi dan transparansi informasi, orang dapat   berkomunikasi dan memperoleh informasi dari belahan dunia manapun. Kehidupan   menjadi saling tergantung satu sama lain, rentan terhadap perubahan yang   terjadi di luar prediksi dan lebih kompetitif. Untuk dapat meraih sukses di   dalam karir dan kehidupan, seseorang memerlukan sejumlah kualitas pribadi   sebagai modal dasar yang sesuai dengan ni kompetisi yang menuntut kualitas di   satu sisi, dan kerjasarna di sisi lain (Suharnan., 1997, 2006). </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bagaimana dengan fenomena yang   ada sekarang berkaitan dengan tuntutan dunia kerja dan karir?.  Sesuai   dengan pengamatan penulis dua tahun terakhir terhadap sejumlah iklan lowongan   kerja vang dimuat di beberapa surat   kabar nasional, mereka mensyaratkan para calon pelamar kerja dengan kualitas‑kualitas   pribadi tertentu. Syarat‑syarat yang penting selain seorang pelamar memiliki   pendidikan formal dan pengalaman kerja di bidang yang sesuai, juga harus   memiliki antara lain adalah motivasi tinggi, keterampilan komunikasi yang   baik, kemandirian bekerja, kerjasama tim<b><span style="font-weight:normal;">, </span></b>ulet dan gigih, menyukai   tantangan, berkepribadian menarik, berkemauan membangun relasi. Berdasarkan   iklan lowongan kerja itu, paling sedikit untuk jabatan setingkat manajer‑eksekutif   dapat disimpulkan, bahwa ijasah dan transkrip yang diberikan oleh perguruan   tinggi adalah belum cukup. Untuk meraih sukses di dalam meniti karir dan   bahkan kehidupan, selain pendidikan formal, juga dibutuhkan beberapa kualitas   pribadi tertentu dari seseorang yang cocok dengan tuntutan tugas dan   pekerjaan yang akan ditekuni (Suharnan, 2002).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b>Sukses dan   Karakteristik Orang Sukses</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Setiap orang tentu ingin sukses baik di   dalam menempuh karir maupun kehidupan secara umum. Meski demikian, sukses itu   sendiri merupakan istilah yang sulit diartikan dengat tepat, karena bersifat   relatif dan berbeda‑beda bagi masing-­masing orang, tergantung dari sudut   mana mereka memandang. Meski demikian, terdapat sejumlah indikator umum vang   sering melekat pada istilah sukses. Di dalam bahasa sehari‑hari   &#8220;sukses&#8221; juga sering disebut &#8220;berhasil&#8221; atau   keberhasilan&#8221;. </span></b><b><span style="font-weight:normal;">Dengan demikian, sebutan   orang sukses boleh jadi sama dengan orang berhasil.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Secara   harfiah sukses dapat diartikan sebagai penyelesaian suatu tugas atau   pekerjaan. Jadi, seseorang dikatakan sukses dalam bertugas apabila ia telah   menyelesaikan tugas yang, diberikan kepadanya. Menurut pengertian yang lebih   luas, sukses di dalam hidup dapat diartikan sebagai proses mengejar dan   mewujudkan tujuan‑tujuan sasaran‑sasaran penting di dalam kehidupan   seseorang. Di dalam kehidupan sehari‑hari istilah sukses biasanya dikaitkan   dengan kepemilikan materi (kekayaan) yang banyak, penghasilan atau gaji yang   tinggi, pangkat, kedudukan atau jabatan tertentu (kekuasaan), dan karir yang   mapan. Di samping itu, sukses juga sering dikaitkan dengan prestasi puncak,   tingkat ketenaran, dan penghargaan prestisius yang pernah diperoleh   seseorang, misalnva di bidang olah raga, kepemimpinan. kewirausahaan sosial   dan seni budaya, politik, dan penemuan ilmiah.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Sudah   tentu semua yang berkaitan dengan sukses tersebut diraih orang melalui proses   yang panjang dan berliku. Di samping bekerja keras orang juga harus sanggup   mengatasi berbagai kesulitan , tantangan dan hambatan. Di sini dibutuhkan   sejumlah kualitas penting dari diri pribadi orang itu agar dapat meraih   sukses sebagaimana yang diinginkan. Banyak contoh orang meraih sukses setelah   mereka menjalani dan menekuni pekerjaan selama bertahun‑tahun, bahkan lebih   dari dua puluh tahun, yang dulunya dimulai dari usaha kecil yang seolah tidak   berarti apa‑apa, dengan menjalani  kehidupan yang serba susah dan   penuh dengan keprihatinan. Secara prinsip dapat dikatakan bahwa tidak ada   satupun sukses yang diraih seseorang hanya semalam dan tanpa jerih payah. Sukses   dalam arti sebenarya selalu diraih oleh seseorang dengan kerja keras dan   jerih payah, baik secara fisik maupun mental (pikiran) di dalam jangka waktu   yang cukup lama.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Bedasarkan   wawancara. terhadap 50 orang sukses terkenal yang dilakukan oleh Edward de   Bono (1991), secara. umum dapat disimpulkan bahwa peran kemampuan intelektual   terhadap sukses tidak menonjol. Justru, faktor kepribadian (bukan   intelektual) berperan sangat besar untuk, meraih sukses di dalam hampir   segala keadaan dan bidang pekerjaan. Faktor kepribadian yang sangat penting   adalah energi, persistensi, determinasi, dan kekerasan. hati. Di samping itu,   juga dapat ditambahkan di antaranya adalah adanya tindakan, integritas dan   harapan untuk sukses kemampuan untuk berpikir besar, kemampuan menetapkan   tujuan dan target, dan juga. bermimpi; kreativitas, upaya memanfaatkan dan   menciptakan peluang, ada semangat dan gairah serta. kesediaan untuk‑ membuat   sesuatu terjadi.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Agar   mudah diingat, kualitas pribadi yang menjadi kunci sukses tersebut dapat   dijabarkan dari singkatan huruf‑huruf yang ada pada kata SUKSES itu sendiri   (Suharnan, 2006).</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span>Karakteristik Pribadi Sukses</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">SUKSES</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">                   S = Sasaran</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">                       U = Ulet</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">                          K = Komitmen</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">                               </span></b><b><span style="font-weight:normal;">S = Serius</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">                                   E = Energi</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">                                       S = Suka tantangan</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">1.   Sasaran</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      a. Mempunyai angan‑angan, cita‑cita, impian  sebagai gambaran masa   depan</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">          jauh. </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      b. Mempunyai sasaran dan target jangka pendek dan panjang. </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      </span></b><b><span style="font-weight:normal;">c. Mempunyai keyakinan kuat dan harapan   untuk menjadi sukses. </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      d. Mempunyai obsesi dan berpikir besar.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;"> 2.   Ulet</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">        a. Kekerasan hati (gigih, bertekad kuat) dalam berusaha sampai berhasil.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">        b. Tekun, sabar, dan konsisten dalam bekerja.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">        c. Pantang menyerah ketika menghadapi kesulitan dan hambatan.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">        d. Tahan banting</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">3.   Komitmen</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      a. Selalu berorientasi pada tujuan yang telah ditetapkan. </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      b. Bertanggung jawab dalam tindakan yang dilakukan. </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      c. Berpegang teguh pada janji yang pernah dibuat. </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      </span></b><b><span style="font-weight:normal;">d. Jujur pada diri sendiri dan   orang lain. </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      e. Marnpu menunda kesenangan sesaat dan mengendalikan diri. </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      f. Tidak suka menunda pekerjaan.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">4.   Serius </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      a. Bersungguh‑sungguh dalam bekerja atau melaksanakan tugas. </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      b. Tidak bekerja asal jadi, tetapi bekerja dengan standar kualitas yang baik.   </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      c. Sanggup berkonsentrasi/fokus pada tugas dalam jangka cukup lama. </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      d. Bekerja secara maksirnal.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">5.   Energi </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      a. Memiliki energi fisik dan stamina yang prima; sehat, tidak gampang sakit. </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      b. Memiliki energi mental (pikiran) cukup, tidak mudah jenuh, atau lelah. </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      </span></b><b><span style="font-weight:normal;">c. Memiliki semangat tinggi dan kemauan   bekerja keras untuk meraih sukses.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">6.   Suka Tantangan</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      a. Memanfaatkan peluang. </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      b. Menciptakan peluang. </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      c. Sanggup menerima tugas baru tidak menolak sebelum dicoba dilakukan. </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      d. Mencari sesuatu yang belum pernah dilakukan. </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      </span></b><b><span style="font-weight:normal;">e. Mengambil inisiatif sendiri tanpa   tergantung pada orang lain. </span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">      f. Mampu menentukan sendiri target dan sasaran yang akan dicapai.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Kiat‑Kiat   Membangun Pribadi Sukscs</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">0leh   karena sukses di dalam bidang,apapun tidak datang, kepada seseorang, dengan   tiba‑tiba. tetapi diperoleh melalui proses panjang, dan usaha vang, tidak   kenal lelah, maka diperlukan modal kualitas diri pribadi vang memadai   sebagaimana telah disebutkan di depan. Kiat‑kiat berikut dapat dilakukan oleh   setiap orang, yang ingin memiliki kualitas pribadi sukses.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">1.   Membangun Kebiasan‑Kebiasaan Positif</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Membiasakan   diri untuk: (a) membuat perencanaan sebelum melakukan sesuatu kegiatan;   dimulai dari hal‑hal kecil dan tugas‑tugas rutin misalnya mengajar dan   memenuhi kebutuhan sehai‑hari. (b) Menetapkan tujuan, sasaran dan target   tertentu untuk jangka pendek (mendesak) dan jangka panjang, kemudian   mengambil langkah-­langkah tertentu untuk melaksanakan dan mengevaluasi hasil‑hasilnya.   (c) Bekerja atas dasar prioritas (bukan semua tugas dikerjakan di dalam waktu   yang bersamaan), sehingga, energi dapat digunakan untuk hal‑hal yang lebih   bermakna. (d) Sesekali melakukan tugas yang kompleks atau sulit (misalnya   proyek), sehingga orang akan terlatih bekerja keras baik secara fisik maupun   pikiran di dalam waktu cukup lama. (e) Berolahraga secara teratur dan menjaga   pola makan yang sehat, agar energi fisik tersedia cukup besar dan stamina   kerja tetap prima, dan badan selalu sehat tanpa gangguan penyakit yang   berarti.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">2.   Menanamkan Motivasi Intrinsik di dalam Bekerja</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Di dalam   menjalankan suatu tugas, telah dikenal antara lain adanya dua jenis motivasi,   yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Orang dikatakan memiliki motivasi intrinsik   apabila orang menialankan tugas demi mencapai kepuasan psikologis atau   tanggung jawab pribadi. Sebaliknya, orang dikatakan memiliki motivasi   ekstrinsik, apabila ia menjalankan tugas demi memperoleh imbalan dari luar,   misalnya uang, materi, penghargaan atau jabatan.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Di dalam   konteks motivasi itu, agar mencapai sukses maka seseorang guru harus lebih   berorientasi pada motivasi intrinsik daripada ekstrinsik di dalam menjalankan   tugas profesinya. Sebab, dengan motivasi intrinsik orang akan bekerja secara   maksimal sesuai dengan kapasitasnya, yang seringkali melampaui tuntutan tugas   yang semestinya: dengan motivasi ekstrinsik orang akan bekerja secukupnya   sesuai dengan imbalan yang akan diterimanya, bahkan sering di bawah standar   yang ditetapkan. Salah seorang sukses pernah mengatakan: &#8220;jika uang yang   dijadikan motivasi. biasanya orang akan gagal&#8221;. Jadi jika seorang guru   sebagai pegawai negeri atau swasta dengan gaji bulanan yang tidak mencukupi   untuk kebutuhan hidup layak, dapat dipastikan kinerja guru akan jauh dari   standar yang telah ditetapkan manakala motivasi utama guru adalah uang   sebagai imbalannya. Padahal, biasanya materi, uang dan jabatan akan   mengikuti  dengan sendirinya, ketika seseorang memperoleh kepuasan   psikologis dari bekerja bersungguh‑sungguh dan berorientasi pada kualitas.   Oleh karena itu, yang harus dikedepankan seseorang di dalam melaksanakan   tugas adalah motivasi intrinsik tanpa mengabaikan motivasi ekstrinsik.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">3.   Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang lebih Tinggi</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Perjalanan   karir di bidang apa saja termasuk sebagai guru adalah tidak statis, tetapi   sering mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan jaman. Oleh sebab itu,   setiap guru harus selalu meningkatkan kompetensi dan profesionalitas. Di   antaranya yang penting adalah menempuh pendidikan formal pada jenjang yang   lebih tinggi, rnisainya sarjana (Sl), magister (S2), bahkan doktor (S3).   Sebagai catatan, sekarang guru‑guru di sekolah dituntut harus memiliki ijasah   Sarjana (SI). Bahkan banyak guru baik sekolah dasar maupun sekolah menengah yang   sudah berhasil menempuh program magister (S2).</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">4.   Mengikuti Sertifikasi dan Pelatihan</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Dalam   rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalitas, maka setiap guru harus   ikut serta dalam program sertifikasi yang sekarang sudah dimulai oleh   pemerintah. Guru‑guru yang ingin sukses di dalam karirnya tentu akan   menyambut dengan senang hati dan penuh antusias terhadap program sertifikasi   itu, bahkan mungkin minta diikutsertakan pada sesi‑sesi awal sehingga tidak   perlu menunggu waktu yang lebih lama.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Sekarang   adalah era informasi. komunikasi dan komputerisasi, seseorang harus   memperkaya diri dengan mengikuti kursus‑kursus dan pelatihan‑petatihan,   misalnya kursus, atau pelatihan manajemen dan kepemimpinan, teknologi   informasi (komputer), pengembangan pribadi sukses, keterampilan komunikasi   dan hubungan interpersonal, dan bahasa asing. Juga, berpartisipasi aktif di   dalam berbagai kegiatan diskusi dan seminar terutama yang ada kaitannya   dengan dunia pendidikan.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">5.   Memilih Lingkungan yang Kondusif</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Bagaimanapun   juga lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap sikap dan perilaku sesorang   (positif atau negatif). Agar memperoleh banyak manfaat positif dari   lingkungan, seseorang harus  memilih lingkungan dan pergaulan vang   menunjang profesinya. Misalnya. seorang guru dapat bergabung dengan   organisasi profesi guru (PGRI), guru bidang studi yang sesuai dengan tugas   mengajarnya, misalnya bimbingan konseling (BP), IPA dan matematika: bergaul   dan bertukar pikiran dengan guru‑guru lain dan orang‑orang yang menaruh minat   besar terhadap dunia pendidikan.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">6.   Membaca Buku dan Menemukan Orang Sukses sebagai Idola</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Membaca   buku‑buku sejarah kehidupan orang‑orang sukses dan terkenal baik di tingkat   daerah, nasional maupun internasional (misalnva pendidik, penemu, negarawan,   pelaku bisnis, peraih medali emas atau hadiah nobel, dan tokoh‑tokoh   masyarakat) akan memberikan aspirasi dan pengetahuan yang penting bagi kita.   Di samping itu, dengan mengetahui pengalaman‑pengalaman mereka kita juga   dapat menemukan salah satu di antara orang‑orang sukses sebagai model (orang   sukses yang dijadikan idola), yang dapat kita tiru. dan ikuti jejaknya.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Untuk   menemukan beberapa orang sukses yang akan dijadikan sebagai idola atau contoh   panutan, selain membaca buku riwayat hidup mereka, juga dapat dilakukan   melalui tatap muka langsung misalnya mewawancarai mereka, atau mengikuti   berita‑berita pada media masa yang memuat bagaimana kiprah dan keberhasilan   yang pernah dicapai oleh mereka.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">7.   Mengunjungi Tempat‑Tempat Penting</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Seorang   harus banyak bepergian untuk berkunjung ke berbagai tempat penting dan   bersejarah baik di dalam negeri maupun luar negeri, Misalnya mengunjungi   sekolah yang lebih maju dalam rangka studi banding, musium, pusat bisnis atau   pemerintahan  (juga keraton), pusat pementasan karya seni‑budaya, dan   bangunan megah. Di samping itu, seseorang juga. dapat mengunjungi kelompok   masyarakat khusus, misalnya suku primitif atau sebaliknya, masyarakat modern.</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Demikian,   semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para guru‑guru dan kita semua yang   ingin menjadi bagian dari orang‑orang sukses. </span></b><b><span style="font-weight:normal;">Akhir kata: </span></b><i><span>.”Anda akan sukses kalau anda mau&#8221;. </span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Daftar Bacaan</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">De Bono, E. (</span></b><i><span>1991).Taktik dan Kiat Ilmu Sukses, </span></i><b><span style="font-weight:normal;">Alih bahasa oleh Agus   Maulana. Jakarta:   Bina Aksara.</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">McRae, H. </span></b><i><span>(1995).The World in 2020. </span></i><b><span style="font-weight:normal;">Alih</span></b><i><span> </span></i><b><span style="font-weight:normal;">bahasa oleh Anton   Adiwijoto. Jakarta:   Bina Aksara.</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Sternberg, </span></b><i><span>R.J. (1997). Succesful  intelligence:   How practical and creative intelligence detemine success. </span></i><b><span style="font-weight:normal;">NY: A Plume Book,.</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-weight:normal;">Suharnan </span></b><i><span>(1997), </span></i><b><span style="font-weight:normal;">Pemberdayaan masyarakat   global dalarn kerangka pemikiran </span></b><i><span>psikologis. Anima, jurnal Psikologi Indonesia, 12, 290-295. </span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
</td>
</tr>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/drssuharto.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/drssuharto.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drssuharto.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drssuharto.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drssuharto.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drssuharto.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drssuharto.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drssuharto.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drssuharto.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drssuharto.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drssuharto.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drssuharto.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=20&subd=drssuharto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/kiat-kiat-sukses-guru-menurut-perspektif-psikologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62553866cdc27c2693a3d0a3c9a200eb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">drssuharto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemanfaatan E-Education Depdiknas Belum Maksimal</title>
		<link>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/pemanfaatan-e-education-depdiknas-belum-maksimal/</link>
		<comments>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/pemanfaatan-e-education-depdiknas-belum-maksimal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 15:36:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drssuharto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drssuharto.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Edwin Tirani
JAKARTA&#8211;MI: E-Education melalui jaringan pendidikan nasional (Jardiknas) belum maksimal dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan.
Sekjen Depdiknas Dodi Nandika mengatakan Depdiknas ibarat sudah membangun jalan tol. Akan tetapi, jalan bebas hambatan ini baru dimanfaatkan oleh tukang beca, bemo, dan sebagainya.
&#8221;Jaringan IT kita ini yang dibangun sejak 2006 terbesar di Indonesia, tapi pemanfaatannya jauh dari maksimal,&#8221; ujar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=7&subd=drssuharto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:'Calibri','sans-serif';">Penulis: Edwin Tirani</span></p>
<p>JAKARTA&#8211;MI: E-Education melalui jaringan pendidikan nasional (Jardiknas) belum maksimal dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan.</p>
<p>Sekjen Depdiknas Dodi Nandika mengatakan Depdiknas ibarat sudah membangun jalan tol. Akan tetapi, jalan bebas hambatan ini baru dimanfaatkan oleh tukang beca, bemo, dan sebagainya.</p>
<p>&#8221;Jaringan IT kita ini yang dibangun sejak 2006 terbesar di Indonesia, tapi pemanfaatannya jauh dari maksimal,&#8221; ujar Dodi Nandika di Jakarta, Jumat (15/2).</p>
<p>Dia mengatakan untuk itu pihaknya melakukan sejumlah terobosan, agar pengguna jasa E-Education ini bisa memanfaatkan secara maksimal demi kebutuhan dunia pendidikan nasional.</p>
<p>Misalnya, dengan mengisi dan mengupdate terus konten dan konteksnya. Nanti juga dosen dipaksa untuk melaporkan jurnal ilmiahnya melalui Jardiknas. Semua laporan administrasi di instansi pendidikan berjenjang sampai ke pusat melalui Jardiknas.</p>
<p>Begitu juga sebaliknya, informasi kebijakan baik itu blockgrant, bantuan operasional sekolah (BOS), data sekolah kampus dan siswa-mahasiswa melalui jaringan ini.</p>
<p>Keuntungan lainnya, dalam tata kelola akan menciptakan transparansi. Bahkan, dalam tender sudah mulai dicoba menggunakan sistem elektronik ini. &#8221;Tidak ada lagi kongkalikong, semua transparan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dengan transparansi ini juga memudahkan masyarakat untuk mengontrol instansi pendidikan di semua jenjang. Termasuk, sekolah, universitas, dan lembaga pemerintah.</p>
<p>Pasalnya, semua perkembangan di bidang pendidikan terpapar dengan telanjang di internet. &#8221;Kalau ada penyimpangan atau sebaliknya perkembangan mutu pendidikan akan jelas sekali terlihat, karena siapa pun bisa mengaksesnya,&#8221; ujar Dodi.</p>
<p>Sementara itu, Dirjen Aplikasi dan Telematika Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) Cahyana Ahmad Jayadi mengatakan instansinya mendukung pemanfaatan jaringan ini.</p>
<p>Antara lain, dengan membuka email gratis untuk lokal tanpa harus menggunakan jaringan internasional. Artinya, devisa negara bisa dihemat dari aspek ini.</p>
<p>Bahkan, instansi ini akan menumbuhkan iklim yang kondusif kepada para siswa dan mahasiswa maupun di warnet-warnet untuk bagaimana berinternet secara sehat.</p>
<p>Para pengguna jasa internet ini, khususnya di bidang pendidikan akan dipandu untuk berinternet secara sehat. Tujuannya, untuk mengeliminir dampak-dampak negatif dari aspek moral dan budaya akibat serbuan teknologi maya ini.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Gatot Hari Priowirjanto mengatakan sejauh ini sudah dibangun jaringan E-Education yang menghubungkan 1.014 titik di seluruh Indonesia untuk zona kantor dinas dan institusi serta zona perguruan tinggi.</p>
<p>Sebanyak 614 kantor, 11.825 sekolah untuk Jardiknas. Target 2008 ini sampai 25.000 sekolah. Untuk zona personal saat ini sudah digalakkan pemanfaatan untuk siswa dan guru melalui koneksi rumah mereka masing-masing. Untuk perguruan tinggi sudah terhubung 400 PTN maupun PTS. (Win/OL-2)</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Sumber: Media Indonesia Online<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/drssuharto.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/drssuharto.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drssuharto.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drssuharto.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drssuharto.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drssuharto.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drssuharto.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drssuharto.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drssuharto.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drssuharto.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drssuharto.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drssuharto.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=7&subd=drssuharto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/pemanfaatan-e-education-depdiknas-belum-maksimal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62553866cdc27c2693a3d0a3c9a200eb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">drssuharto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>70 Persen Pelajar SLTP Membaca Kurang Satu Jam Sehari</title>
		<link>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/70-persen-pelajar-sltp-membaca-kurang-satu-jam-sehari/</link>
		<comments>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/70-persen-pelajar-sltp-membaca-kurang-satu-jam-sehari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 15:36:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drssuharto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drssuharto.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Menyedihkan, satu kata yang keluar melongok keadaan yang memprihatinkan ini, dari 100 orang responden 70 persen pelajar SLTP membaca kurang dari satu jam per hari. Kali ini Sumatera Barat Intelectual Society ( S.I.S ) sebuah lembaga kajian intelektual muda melirik fenomena budaya baca pada pelajar SLTP di Kota Padang. Survei ini adalah survei lapangan, bersifat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=8&subd=drssuharto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Menyedihkan, satu kata yang keluar melongok keadaan yang memprihatinkan ini, dari 100 orang responden 70 persen pelajar SLTP membaca kurang dari satu jam per hari. Kali ini Sumatera Barat Intelectual Society ( S.I.S ) sebuah lembaga kajian intelektual muda melirik fenomena budaya baca pada pelajar SLTP di Kota Padang. Survei ini adalah survei lapangan, bersifat deskriptif yang bertujuan menggambarkan kenyataan dilapangan apa adanya dengan menggunakan sistem pooling.<br />
Ditujukan pada 100 orang pelajar SLTP sederajat yang pengambilan sampelnya secara acak dan data dikumpulkan melalui angket dan wawancara. Hasil analisis terhadap pooling mengenai budaya baca menunjukkan dari 100 orang responden, sebanyak 78 persen suka membaca dan 13 persen tidak suka membaca. Kemudian 39 persen responden rutin membaca tiap hari dan 61 persen lagi tidak rutin membaca tiap hari. ketika ditanyakan apa yang paling sering mereka baca, sebanyak 31 persen responden menjawab buku sekolah, 21 persen responden paling sering membaca koran dan sebanyak 48 persen responden lebih sering membaca majalah/komik dibanding bahan bacaan lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Hal yang cukup memprihatinkan kita terhadap budaya baca responden adalah alokasi waktu yang mereka sediakan dalam satu hari untuk membaca. Sebanyak 70 persen responden mengaku membaca kurang dari 1 jam perhari, 23 persen lagi lama membacanya 1-2 jam per hari dan hannya 7 persen yang lama membacanya lebih dari 2 jam per hari. Sedangkan mayoritas responden yaitu sebanyak 85 persen menyatakan manfaat membaca yang mereka rasakan adalah untuk menambah ilmu pengetahuan. Menariknya sebanyak 5 persen responden menyatakan bahwa membaca tidak mendatangkan manfaat bagi mereka. Berkaca kepada hasil pooling diatas, kita bisa melihat bahwa begitu rendahnya minat baca para pelajar kita. Padahal membaca adalah salah satu sarana utama untuk mendapatkan ilmu dan membentuk generasi yang unggul. Agama Islam yang dibawa Muhammad SAW saja menjadikan membaca (iqra’) sebagai risalah pertamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Tentunya perintah tersebut tidak turun begitu saja, akan tetapi dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa untuk mengemban amanah sebagai pemimpin di muka bumi (khalifatul fil ardhi) maka umat Islam harus pintar/ berilmu pengetahuan, dan jalan untuk menjadi pintar adalah dengan membaca. Kemajuan sebuah bangsa juga sangat ditopang penguasaan ilmu pengetahuan. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang (untuk menyebut dua di antaranya) merupakan potret negara yang penduduknya berbudaya readholic (gila baca), sehingga wajar mereka senantiasa terdepan dalam inovasi dan penguasaan ilmu pengetahuan. Kondisi tersebut kemudian secara tidak langsung berpengaruh besar terhadap kemajuan bangsa mereka. Oleh karena itu, ke depan diperlukan usaha yang cukup keras untuk bisa membentuk dan meningkatkan minat baca para pelajar. Kita berharap budaya readholic juga mewabah, utamanya dikalangan pelajar/generasi muda kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Ada beberapa hal yang perlu kita upayakan untuk mencapai tujuan tersebut. Di antaranya pertama, giat melakukan kampanye gemar membaca. Hal ini juga diiringi dengan mengimbau para orang tua untuk mendorong dan memotivasi anak-anak mereka agar suka membaca. Kedua, memperbanyak tempat membaca/ taman bacaan/ pustaka. Dengan banyaknya taman bacaan akan memudahkan akses para pelajar/generasi muda. mereka tidak perlu lagi berjalan jauh untuk sekedar meminjam buku di pustaka daerah Sumbar misalnya, karena di kelurahan mereka tersedia fasilitas yang sama. Minimnya jumlah taman bacaan/ pustaka turut memicu rendahnya minat baca orang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Ketiga, memperbanyak stok bahan-bahan bacaan terutama buku-buku di taman bacaan/ perpustakaan tersebut. Hal ini tentunya diiringi dengan variasi jenis bacaan, sehingga setiap orang bisa mulai membiasakan membaca dari jenis bahan bacaan yang disukainya. Keempat, mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan untuk mensubsidi harga buku-buku bacaan. Hal ini penting mengingat harga buku yang mahal menyebabkan masyarakat keberatan membeli buku-buku bacaan, apalagi ditengah rendahnya daya beli mereka akibat krisis ekonomi yang masih melanda bangsa kita. Semoga dengan empat langkah diatas, bisa memperbaiki minat baca masyarakat terutama para pelajar, sehingga Indonesia dengan sendirinya akan bisa maju, makmur dan sejahtera, sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya, sebagaimana yang dicita-citakan pendiri Republik ini. Semoga. (Litbang S.I.S)<a href="http://www.padangekspres.co.id/content/view/2824/28/" target="_blank"><span style="color:blue;">[Padeks]</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a href="http://enewsletterdisdik.wordpress.com/2008/02/24/70-persen-pelajar-sltp-membaca-kurang-satu-jam-sehari/#respond" title="Komentar pada 70 Persen Pelajar SLTP Membaca Kurang Satu Jam Sehari"><span style="color:blue;">No</span></a></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/drssuharto.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/drssuharto.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drssuharto.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drssuharto.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drssuharto.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drssuharto.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drssuharto.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drssuharto.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drssuharto.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drssuharto.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drssuharto.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drssuharto.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drssuharto.wordpress.com&blog=1572627&post=8&subd=drssuharto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/70-persen-pelajar-sltp-membaca-kurang-satu-jam-sehari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62553866cdc27c2693a3d0a3c9a200eb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">drssuharto</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>