Drssuharto’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

70 Persen Pelajar SLTP Membaca Kurang Satu Jam Sehari Maret 4, 2008

Filed under: Berita pendidikan — drssuharto @ 3:36 pm

Menyedihkan, satu kata yang keluar melongok keadaan yang memprihatinkan ini, dari 100 orang responden 70 persen pelajar SLTP membaca kurang dari satu jam per hari. Kali ini Sumatera Barat Intelectual Society ( S.I.S ) sebuah lembaga kajian intelektual muda melirik fenomena budaya baca pada pelajar SLTP di Kota Padang. Survei ini adalah survei lapangan, bersifat deskriptif yang bertujuan menggambarkan kenyataan dilapangan apa adanya dengan menggunakan sistem pooling.
Ditujukan pada 100 orang pelajar SLTP sederajat yang pengambilan sampelnya secara acak dan data dikumpulkan melalui angket dan wawancara. Hasil analisis terhadap pooling mengenai budaya baca menunjukkan dari 100 orang responden, sebanyak 78 persen suka membaca dan 13 persen tidak suka membaca. Kemudian 39 persen responden rutin membaca tiap hari dan 61 persen lagi tidak rutin membaca tiap hari. ketika ditanyakan apa yang paling sering mereka baca, sebanyak 31 persen responden menjawab buku sekolah, 21 persen responden paling sering membaca koran dan sebanyak 48 persen responden lebih sering membaca majalah/komik dibanding bahan bacaan lain.

Hal yang cukup memprihatinkan kita terhadap budaya baca responden adalah alokasi waktu yang mereka sediakan dalam satu hari untuk membaca. Sebanyak 70 persen responden mengaku membaca kurang dari 1 jam perhari, 23 persen lagi lama membacanya 1-2 jam per hari dan hannya 7 persen yang lama membacanya lebih dari 2 jam per hari. Sedangkan mayoritas responden yaitu sebanyak 85 persen menyatakan manfaat membaca yang mereka rasakan adalah untuk menambah ilmu pengetahuan. Menariknya sebanyak 5 persen responden menyatakan bahwa membaca tidak mendatangkan manfaat bagi mereka. Berkaca kepada hasil pooling diatas, kita bisa melihat bahwa begitu rendahnya minat baca para pelajar kita. Padahal membaca adalah salah satu sarana utama untuk mendapatkan ilmu dan membentuk generasi yang unggul. Agama Islam yang dibawa Muhammad SAW saja menjadikan membaca (iqra’) sebagai risalah pertamanya.

Tentunya perintah tersebut tidak turun begitu saja, akan tetapi dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa untuk mengemban amanah sebagai pemimpin di muka bumi (khalifatul fil ardhi) maka umat Islam harus pintar/ berilmu pengetahuan, dan jalan untuk menjadi pintar adalah dengan membaca. Kemajuan sebuah bangsa juga sangat ditopang penguasaan ilmu pengetahuan. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang (untuk menyebut dua di antaranya) merupakan potret negara yang penduduknya berbudaya readholic (gila baca), sehingga wajar mereka senantiasa terdepan dalam inovasi dan penguasaan ilmu pengetahuan. Kondisi tersebut kemudian secara tidak langsung berpengaruh besar terhadap kemajuan bangsa mereka. Oleh karena itu, ke depan diperlukan usaha yang cukup keras untuk bisa membentuk dan meningkatkan minat baca para pelajar. Kita berharap budaya readholic juga mewabah, utamanya dikalangan pelajar/generasi muda kita.

Ada beberapa hal yang perlu kita upayakan untuk mencapai tujuan tersebut. Di antaranya pertama, giat melakukan kampanye gemar membaca. Hal ini juga diiringi dengan mengimbau para orang tua untuk mendorong dan memotivasi anak-anak mereka agar suka membaca. Kedua, memperbanyak tempat membaca/ taman bacaan/ pustaka. Dengan banyaknya taman bacaan akan memudahkan akses para pelajar/generasi muda. mereka tidak perlu lagi berjalan jauh untuk sekedar meminjam buku di pustaka daerah Sumbar misalnya, karena di kelurahan mereka tersedia fasilitas yang sama. Minimnya jumlah taman bacaan/ pustaka turut memicu rendahnya minat baca orang.

Ketiga, memperbanyak stok bahan-bahan bacaan terutama buku-buku di taman bacaan/ perpustakaan tersebut. Hal ini tentunya diiringi dengan variasi jenis bacaan, sehingga setiap orang bisa mulai membiasakan membaca dari jenis bahan bacaan yang disukainya. Keempat, mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan untuk mensubsidi harga buku-buku bacaan. Hal ini penting mengingat harga buku yang mahal menyebabkan masyarakat keberatan membeli buku-buku bacaan, apalagi ditengah rendahnya daya beli mereka akibat krisis ekonomi yang masih melanda bangsa kita. Semoga dengan empat langkah diatas, bisa memperbaiki minat baca masyarakat terutama para pelajar, sehingga Indonesia dengan sendirinya akan bisa maju, makmur dan sejahtera, sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya, sebagaimana yang dicita-citakan pendiri Republik ini. Semoga. (Litbang S.I.S)[Padeks]

No

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s