Drssuharto’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Kiat Kiat Sukses Guru Menurut Perspektif Psikologi Maret 4, 2008

Filed under: Artikel Pendidikan — drssuharto @ 3:45 pm

Oleh Prof. Dr. Suharnan, MS.- Guru besar Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Wednesday, 03 October 2007

Pengantar

Pada jaman sekarang dan yang akan datang ketersediaan sumberdaya alam yang melimpah tidak banyak menentukan kemajuan suatu masyarakat dan bangsa, tetapi faktor kualitas perorangan dan kelompok masyarakat itu sendiri yang menentukan kemajuan (McRae, 1995).

Apalagi dengan adanya kecenderungan globalisasi dan transparansi informasi, orang dapat berkomunikasi dan memperoleh informasi dari belahan dunia manapun. Kehidupan menjadi saling tergantung satu sama lain, rentan terhadap perubahan yang terjadi di luar prediksi dan lebih kompetitif. Untuk dapat meraih sukses di dalam karir dan kehidupan, seseorang memerlukan sejumlah kualitas pribadi sebagai modal dasar yang sesuai dengan ni kompetisi yang menuntut kualitas di satu sisi, dan kerjasarna di sisi lain (Suharnan., 1997, 2006).

Bagaimana dengan fenomena yang ada sekarang berkaitan dengan tuntutan dunia kerja dan karir?. Sesuai dengan pengamatan penulis dua tahun terakhir terhadap sejumlah iklan lowongan kerja vang dimuat di beberapa surat kabar nasional, mereka mensyaratkan para calon pelamar kerja dengan kualitas‑kualitas pribadi tertentu. Syarat‑syarat yang penting selain seorang pelamar memiliki pendidikan formal dan pengalaman kerja di bidang yang sesuai, juga harus memiliki antara lain adalah motivasi tinggi, keterampilan komunikasi yang baik, kemandirian bekerja, kerjasama tim, ulet dan gigih, menyukai tantangan, berkepribadian menarik, berkemauan membangun relasi. Berdasarkan iklan lowongan kerja itu, paling sedikit untuk jabatan setingkat manajer‑eksekutif dapat disimpulkan, bahwa ijasah dan transkrip yang diberikan oleh perguruan tinggi adalah belum cukup. Untuk meraih sukses di dalam meniti karir dan bahkan kehidupan, selain pendidikan formal, juga dibutuhkan beberapa kualitas pribadi tertentu dari seseorang yang cocok dengan tuntutan tugas dan pekerjaan yang akan ditekuni (Suharnan, 2002).

Sukses dan Karakteristik Orang Sukses

Setiap orang tentu ingin sukses baik di dalam menempuh karir maupun kehidupan secara umum. Meski demikian, sukses itu sendiri merupakan istilah yang sulit diartikan dengat tepat, karena bersifat relatif dan berbeda‑beda bagi masing-­masing orang, tergantung dari sudut mana mereka memandang. Meski demikian, terdapat sejumlah indikator umum vang sering melekat pada istilah sukses. Di dalam bahasa sehari‑hari “sukses” juga sering disebut “berhasil” atau keberhasilan”. Dengan demikian, sebutan orang sukses boleh jadi sama dengan orang berhasil.

Secara harfiah sukses dapat diartikan sebagai penyelesaian suatu tugas atau pekerjaan. Jadi, seseorang dikatakan sukses dalam bertugas apabila ia telah menyelesaikan tugas yang, diberikan kepadanya. Menurut pengertian yang lebih luas, sukses di dalam hidup dapat diartikan sebagai proses mengejar dan mewujudkan tujuan‑tujuan sasaran‑sasaran penting di dalam kehidupan seseorang. Di dalam kehidupan sehari‑hari istilah sukses biasanya dikaitkan dengan kepemilikan materi (kekayaan) yang banyak, penghasilan atau gaji yang tinggi, pangkat, kedudukan atau jabatan tertentu (kekuasaan), dan karir yang mapan. Di samping itu, sukses juga sering dikaitkan dengan prestasi puncak, tingkat ketenaran, dan penghargaan prestisius yang pernah diperoleh seseorang, misalnva di bidang olah raga, kepemimpinan. kewirausahaan sosial dan seni budaya, politik, dan penemuan ilmiah.

Sudah tentu semua yang berkaitan dengan sukses tersebut diraih orang melalui proses yang panjang dan berliku. Di samping bekerja keras orang juga harus sanggup mengatasi berbagai kesulitan , tantangan dan hambatan. Di sini dibutuhkan sejumlah kualitas penting dari diri pribadi orang itu agar dapat meraih sukses sebagaimana yang diinginkan. Banyak contoh orang meraih sukses setelah mereka menjalani dan menekuni pekerjaan selama bertahun‑tahun, bahkan lebih dari dua puluh tahun, yang dulunya dimulai dari usaha kecil yang seolah tidak berarti apa‑apa, dengan menjalani kehidupan yang serba susah dan penuh dengan keprihatinan. Secara prinsip dapat dikatakan bahwa tidak ada satupun sukses yang diraih seseorang hanya semalam dan tanpa jerih payah. Sukses dalam arti sebenarya selalu diraih oleh seseorang dengan kerja keras dan jerih payah, baik secara fisik maupun mental (pikiran) di dalam jangka waktu yang cukup lama.

Bedasarkan wawancara. terhadap 50 orang sukses terkenal yang dilakukan oleh Edward de Bono (1991), secara. umum dapat disimpulkan bahwa peran kemampuan intelektual terhadap sukses tidak menonjol. Justru, faktor kepribadian (bukan intelektual) berperan sangat besar untuk, meraih sukses di dalam hampir segala keadaan dan bidang pekerjaan. Faktor kepribadian yang sangat penting adalah energi, persistensi, determinasi, dan kekerasan. hati. Di samping itu, juga dapat ditambahkan di antaranya adalah adanya tindakan, integritas dan harapan untuk sukses kemampuan untuk berpikir besar, kemampuan menetapkan tujuan dan target, dan juga. bermimpi; kreativitas, upaya memanfaatkan dan menciptakan peluang, ada semangat dan gairah serta. kesediaan untuk‑ membuat sesuatu terjadi.

Agar mudah diingat, kualitas pribadi yang menjadi kunci sukses tersebut dapat dijabarkan dari singkatan huruf‑huruf yang ada pada kata SUKSES itu sendiri (Suharnan, 2006).

Karakteristik Pribadi Sukses

SUKSES

S = Sasaran

U = Ulet

K = Komitmen

S = Serius

E = Energi

S = Suka tantangan

1. Sasaran

a. Mempunyai angan‑angan, cita‑cita, impian sebagai gambaran masa depan

jauh.

b. Mempunyai sasaran dan target jangka pendek dan panjang.

c. Mempunyai keyakinan kuat dan harapan untuk menjadi sukses.

d. Mempunyai obsesi dan berpikir besar.

2. Ulet

a. Kekerasan hati (gigih, bertekad kuat) dalam berusaha sampai berhasil.

b. Tekun, sabar, dan konsisten dalam bekerja.

c. Pantang menyerah ketika menghadapi kesulitan dan hambatan.

d. Tahan banting

3. Komitmen

a. Selalu berorientasi pada tujuan yang telah ditetapkan.

b. Bertanggung jawab dalam tindakan yang dilakukan.

c. Berpegang teguh pada janji yang pernah dibuat.

d. Jujur pada diri sendiri dan orang lain.

e. Marnpu menunda kesenangan sesaat dan mengendalikan diri.

f. Tidak suka menunda pekerjaan.

4. Serius

a. Bersungguh‑sungguh dalam bekerja atau melaksanakan tugas.

b. Tidak bekerja asal jadi, tetapi bekerja dengan standar kualitas yang baik.

c. Sanggup berkonsentrasi/fokus pada tugas dalam jangka cukup lama.

d. Bekerja secara maksirnal.

5. Energi

a. Memiliki energi fisik dan stamina yang prima; sehat, tidak gampang sakit.

b. Memiliki energi mental (pikiran) cukup, tidak mudah jenuh, atau lelah.

c. Memiliki semangat tinggi dan kemauan bekerja keras untuk meraih sukses.

6. Suka Tantangan

a. Memanfaatkan peluang.

b. Menciptakan peluang.

c. Sanggup menerima tugas baru tidak menolak sebelum dicoba dilakukan.

d. Mencari sesuatu yang belum pernah dilakukan.

e. Mengambil inisiatif sendiri tanpa tergantung pada orang lain.

f. Mampu menentukan sendiri target dan sasaran yang akan dicapai.

Kiat‑Kiat Membangun Pribadi Sukscs

0leh karena sukses di dalam bidang,apapun tidak datang, kepada seseorang, dengan tiba‑tiba. tetapi diperoleh melalui proses panjang, dan usaha vang, tidak kenal lelah, maka diperlukan modal kualitas diri pribadi vang memadai sebagaimana telah disebutkan di depan. Kiat‑kiat berikut dapat dilakukan oleh setiap orang, yang ingin memiliki kualitas pribadi sukses.

1. Membangun Kebiasan‑Kebiasaan Positif

Membiasakan diri untuk: (a) membuat perencanaan sebelum melakukan sesuatu kegiatan; dimulai dari hal‑hal kecil dan tugas‑tugas rutin misalnya mengajar dan memenuhi kebutuhan sehai‑hari. (b) Menetapkan tujuan, sasaran dan target tertentu untuk jangka pendek (mendesak) dan jangka panjang, kemudian mengambil langkah-­langkah tertentu untuk melaksanakan dan mengevaluasi hasil‑hasilnya. (c) Bekerja atas dasar prioritas (bukan semua tugas dikerjakan di dalam waktu yang bersamaan), sehingga, energi dapat digunakan untuk hal‑hal yang lebih bermakna. (d) Sesekali melakukan tugas yang kompleks atau sulit (misalnya proyek), sehingga orang akan terlatih bekerja keras baik secara fisik maupun pikiran di dalam waktu cukup lama. (e) Berolahraga secara teratur dan menjaga pola makan yang sehat, agar energi fisik tersedia cukup besar dan stamina kerja tetap prima, dan badan selalu sehat tanpa gangguan penyakit yang berarti.

2. Menanamkan Motivasi Intrinsik di dalam Bekerja

Di dalam menjalankan suatu tugas, telah dikenal antara lain adanya dua jenis motivasi, yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Orang dikatakan memiliki motivasi intrinsik apabila orang menialankan tugas demi mencapai kepuasan psikologis atau tanggung jawab pribadi. Sebaliknya, orang dikatakan memiliki motivasi ekstrinsik, apabila ia menjalankan tugas demi memperoleh imbalan dari luar, misalnya uang, materi, penghargaan atau jabatan.

Di dalam konteks motivasi itu, agar mencapai sukses maka seseorang guru harus lebih berorientasi pada motivasi intrinsik daripada ekstrinsik di dalam menjalankan tugas profesinya. Sebab, dengan motivasi intrinsik orang akan bekerja secara maksimal sesuai dengan kapasitasnya, yang seringkali melampaui tuntutan tugas yang semestinya: dengan motivasi ekstrinsik orang akan bekerja secukupnya sesuai dengan imbalan yang akan diterimanya, bahkan sering di bawah standar yang ditetapkan. Salah seorang sukses pernah mengatakan: “jika uang yang dijadikan motivasi. biasanya orang akan gagal”. Jadi jika seorang guru sebagai pegawai negeri atau swasta dengan gaji bulanan yang tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup layak, dapat dipastikan kinerja guru akan jauh dari standar yang telah ditetapkan manakala motivasi utama guru adalah uang sebagai imbalannya. Padahal, biasanya materi, uang dan jabatan akan mengikuti dengan sendirinya, ketika seseorang memperoleh kepuasan psikologis dari bekerja bersungguh‑sungguh dan berorientasi pada kualitas. Oleh karena itu, yang harus dikedepankan seseorang di dalam melaksanakan tugas adalah motivasi intrinsik tanpa mengabaikan motivasi ekstrinsik.

3. Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang lebih Tinggi

Perjalanan karir di bidang apa saja termasuk sebagai guru adalah tidak statis, tetapi sering mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan jaman. Oleh sebab itu, setiap guru harus selalu meningkatkan kompetensi dan profesionalitas. Di antaranya yang penting adalah menempuh pendidikan formal pada jenjang yang lebih tinggi, rnisainya sarjana (Sl), magister (S2), bahkan doktor (S3). Sebagai catatan, sekarang guru‑guru di sekolah dituntut harus memiliki ijasah Sarjana (SI). Bahkan banyak guru baik sekolah dasar maupun sekolah menengah yang sudah berhasil menempuh program magister (S2).

4. Mengikuti Sertifikasi dan Pelatihan

Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalitas, maka setiap guru harus ikut serta dalam program sertifikasi yang sekarang sudah dimulai oleh pemerintah. Guru‑guru yang ingin sukses di dalam karirnya tentu akan menyambut dengan senang hati dan penuh antusias terhadap program sertifikasi itu, bahkan mungkin minta diikutsertakan pada sesi‑sesi awal sehingga tidak perlu menunggu waktu yang lebih lama.

Sekarang adalah era informasi. komunikasi dan komputerisasi, seseorang harus memperkaya diri dengan mengikuti kursus‑kursus dan pelatihan‑petatihan, misalnya kursus, atau pelatihan manajemen dan kepemimpinan, teknologi informasi (komputer), pengembangan pribadi sukses, keterampilan komunikasi dan hubungan interpersonal, dan bahasa asing. Juga, berpartisipasi aktif di dalam berbagai kegiatan diskusi dan seminar terutama yang ada kaitannya dengan dunia pendidikan.

5. Memilih Lingkungan yang Kondusif

Bagaimanapun juga lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap sikap dan perilaku sesorang (positif atau negatif). Agar memperoleh banyak manfaat positif dari lingkungan, seseorang harus memilih lingkungan dan pergaulan vang menunjang profesinya. Misalnya. seorang guru dapat bergabung dengan organisasi profesi guru (PGRI), guru bidang studi yang sesuai dengan tugas mengajarnya, misalnya bimbingan konseling (BP), IPA dan matematika: bergaul dan bertukar pikiran dengan guru‑guru lain dan orang‑orang yang menaruh minat besar terhadap dunia pendidikan.

6. Membaca Buku dan Menemukan Orang Sukses sebagai Idola

Membaca buku‑buku sejarah kehidupan orang‑orang sukses dan terkenal baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional (misalnva pendidik, penemu, negarawan, pelaku bisnis, peraih medali emas atau hadiah nobel, dan tokoh‑tokoh masyarakat) akan memberikan aspirasi dan pengetahuan yang penting bagi kita. Di samping itu, dengan mengetahui pengalaman‑pengalaman mereka kita juga dapat menemukan salah satu di antara orang‑orang sukses sebagai model (orang sukses yang dijadikan idola), yang dapat kita tiru. dan ikuti jejaknya.

Untuk menemukan beberapa orang sukses yang akan dijadikan sebagai idola atau contoh panutan, selain membaca buku riwayat hidup mereka, juga dapat dilakukan melalui tatap muka langsung misalnya mewawancarai mereka, atau mengikuti berita‑berita pada media masa yang memuat bagaimana kiprah dan keberhasilan yang pernah dicapai oleh mereka.

7. Mengunjungi Tempat‑Tempat Penting

Seorang harus banyak bepergian untuk berkunjung ke berbagai tempat penting dan bersejarah baik di dalam negeri maupun luar negeri, Misalnya mengunjungi sekolah yang lebih maju dalam rangka studi banding, musium, pusat bisnis atau pemerintahan (juga keraton), pusat pementasan karya seni‑budaya, dan bangunan megah. Di samping itu, seseorang juga. dapat mengunjungi kelompok masyarakat khusus, misalnya suku primitif atau sebaliknya, masyarakat modern.

Demikian, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para guru‑guru dan kita semua yang ingin menjadi bagian dari orang‑orang sukses. Akhir kata: .”Anda akan sukses kalau anda mau”.

Daftar Bacaan

De Bono, E. (1991).Taktik dan Kiat Ilmu Sukses, Alih bahasa oleh Agus Maulana. Jakarta: Bina Aksara.

McRae, H. (1995).The World in 2020. Alih bahasa oleh Anton Adiwijoto. Jakarta: Bina Aksara.

Sternberg, R.J. (1997). Succesful intelligence: How practical and creative intelligence detemine success. NY: A Plume Book,.

Suharnan (1997), Pemberdayaan masyarakat global dalarn kerangka pemikiran psikologis. Anima, jurnal Psikologi Indonesia, 12, 290-295.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s